ALIRAN MATERI DAN PIRAMIDA TROFIK (MAKANAN) DI EKOSISTEM LAMUN


Oleh Yar Johan

" Lamun merupakan ekosistem yang tinggi produktivitas organiknya, dimana hidup beraneka ragam biota laut seperti ikan, krustasea, moluska, dan cacing"

Lamun (sea grass) merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga yang hidup terendam di dalam laut. Umumnya membentuk padang lamun yang luas di dasar laut yang masih dapat dijangkau oleh cahaya matahari yang memadai bagi pertumbuhannya. Hidup di perairan yang dangkal dan jernih, dengan sirkulasi air yang baik. Hampir semua tipe substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai dari substrat berlumpur sampai berbatu. merupakan ekosistem yang tinggi produktivitas organiknya, dimana hidup
beraneka ragam biota laut seperti ikan, krustasea, moluska, dan cacing (Bengen 2011).

Pada ekosistem padang lamun, rantai makanan tersusun dari tingkat-tingkat trofik yang mencakup proses dan pengangkutan detritus organik dari ekosistem padang lamun ke konsumen agak rumit. Sumber bahan organic berasal dari produk lamun itu sendiri, disamping tambahan dari epifit dan alga makrobenthos, fitoplankton dan tanaman darat. Zat organik dimakan fauna melalui perumputan (grazing) atau pemanfaatan detritus. Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan rantai makanan dalam ekosistem padang lamun yang disederhanakan. Jumlah jenis lamun tidak banyak. Diseluruh dunia tercatat sekitar 50 jenis dan di Indonesia tercata sebanyak 12 jenis. Jumlah ini tidak sebanding dengan kelimpahan yang sering terdapat di alam dan jika dipandang dari kepentingan ekologik dan ekonominya.

Gambar 1 Rantai Makanan dalam Ekosistem Lamun (Fortes 1990)


Gambar 2 Rantai Makanan dalam Ekosistem Lamun (Fortes 1990)



Keterangan:
1.      Akar mengikat sedimen`
2.      Detritus
3.      Teripang
4.      Kepiting
5.      Infauna penyaring deposit
6.      Partikel bahan organik
7.      Rumput Laut
8.      Menyimpan dan mengeluarkan
9.      Bahan organik terlarut
10.   Fitoplankton
11.   Zooplankton
12.   Epizoon penyaring bahan terlarut
13.   Produksi primer tinggi dan tumbuh




14.   Anakan udang dan ikan
15.   Bulu Babi
16.   Ikan Buntal
17.   Penyu Laut
18.   Dugong
19.   Ikan Baronang
20.   Menyimpan dan mengeluarkan
21.   Tenggelam dan membusuk
22.   Potongan-potongan daun
23.   Burung pantai
24.   Pupuk untuk tanah dan pertanian
25.   Terumbu karang dan mangrove
SUMBER BACAAN:

Bengen, D. G. 2011. Struktur dan Dinamika Ekosistem Pesisir Dan Laut . Bahan Kuliah Evaluasi Ekosistem Pesisir dan Lautan Sekolah Pascasarjana SPL S3 IPB.
Bengen, D. G dan Retraubun, A.S.W. 2011. Menguak Realitas dan Urgensi Pengelolaan Berbasis Eko-Sosio Sistem Pulau-pulau Kecil.
Fortes, M. D. 1990. Seagrass: A Resources Unknown in the ASEAN Region. ICLARM Education Series 2, ICLARM, Manila, Phillipines.
 

Post a Comment