CINTA BILANG SIAPA CINTA

Oleh Yar Johan

 

"Intan bagaikan Bidadari yang hinggap di telaga hatinya. Laksana butiran hujan yang jatuh di saat musim kemarau melanda. Artinya kehadiran Intan di kancah kehidupannya sangat berarti sekali. Dimana-mana ada intan "

 

Edo mempercepat langkahnya. Hujan gerimis tak dirisaukanya. Bajunya sedikit basah, ditengadahkanya pandangan kelangit. Langit gelap tak berbintang. sepertinya Edo tak peduli dengan situasi yang tak bersahabat kali ini. Tak jadi penghalang bagi Edo untuk pergi ke rumah Intan. Senyum Edo mengembang bila mendengar nama tersebut walau tubuhnya basah dengan air hujan dan keringat. Kenapa tidak, bukan intan yang di sering di jual di toko perhiasan itu. Salah besar. Beda. Jauh sekali. Intan, siapa yang tak kenal gadis itu.

JANJI TELAH BERGANTI

 Oleh Yar Johan


"Janji bukan mimpi
Bakal akan ada sebuah baru
Membisikan mimpi akan berganti janji
Ataukah janji berubah menjadi sosok mimpi"



JANJI TELAH BERGANTI MIMPI

Hati kini bersua
Mengalir air-air kerinduan
Arus nadi tak mengerti
Air darah berwarna merah
Membasuh muka dan kaki
Air mata tak berhenti
Mengipas pelupuk mata hingga ke pipi

Puisi: Spmb dan Pendidikan


SPMB
  • Pagi ini hatiku tersenyum gembira
  • Riang tertancap di lubuk hati terdalam
  • Ya… pagi ini aku akan berjumpa kembali
  • Sosok telah lama ku nanti
  • Mampukah aku membantainya berubah menjadi emas
  • Atau berganti darah
  • Ah… cukup
  • Kini aku harus mampu
  • Bukan pesulap atau penyihir aku akan jadi aku
  • Aku ingin pergi ke sana
  • Antarkan impian dan cinta Ayahbunda
  • Dan cita terukir dalam jiwa
  • Kumpulan tenaga sudah ku punya
  • Ayahbunda …doa kan
  • Agar aku mampu menghadapinya
  • Ya… SPMB
  • Aku tersenyum kembali
  • Semua telah siap tak ada yang lupa
  • Ya…Allah ku mohon kabulkan
  • Jalan yang akan ku tempuh ini
  • Tak ada yang menghalang dan mengganggu
  • Biar Ayahbunda tersenyum…
  • Melepas kepergianku untuk berjuang demi masa depan
  • Do’akan…agar aku mampu membuktikan
  • Bahwa aku bisa
  • SPMB tersenyum menyambutku
  • Aku…bisa

PENDIDIKAN
  • Luka tangis sedih
  • Sakit
  • Merana
  • Cemas
  • Miskin
  • Busung lapar
  • Kurus
  • Kering
  • Bodoh
  • Hancur luluh ലന്റാക്
  • Pendidikan
  • Sembuh sehat bahagia optimis kaya
  • Kenyang gemuk penuh pintar sejajar bersatu
  • Membangun peradaban lebih maju
  • Itu citaku padamu melayu
Yar Johan Hayat Mahasiswa UNRI (4 Juli 2005)

Opini : EVALUASI PENDIDIKAN RIAU (Unas Wujud Visi Riau 2020)

Pengumuman Ujian Nasional (UNAS) sudah diumumkan 1 Juli kemarin. Jumlah ketidaklulusan tentu sangatlah besar dan hal tersebut menimbulkan sejumlah tanda tanya baik itu datangnya dari pemerintah (sebagai pemotor pendidikan) atau dari kalangan masyarakat. Sebanyak 14. 302 orang siswa SMP dan SMA sederajad di Riau tidak lulus Ujian Nasional (UNAS) atau sekitar 15, 29 persen dari 93. 515 peserta. Khusus untuk SMA sederajad negeri dan swasta yang mengikuti UNAS sebanyak 16 persen yang tidak lulus. SMK sederajad negeri dan swasta sebanyak 25, 86 persen yang tidak lulus sementara SMP sederajad sebanyak 17, 89 persen juga mengalami nasib yang sama tidak lulus. Ini merupakan angka yang tidak bisa dianggap remeh dan kecil. Permasalahanya bagaimana nantinya kedepan nasib pendidikan yang ada di Riau ini bila kondisinya dari tahun ketahun bukannya persentase ketidak lulusan bertambah kecil malahan semangkin tajam meningkat. Sedangkan pendidikan merupakan indicator yang mempengaruhi dan menentukan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Semangkin tinggi kualitas pendidikan maka akan melahirkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga.

Penulis masih ingat perkatan Bapak/Ibu guru ketika duduk di bangku sekolah beberapa tahun yang lalu. Sebuah kebanggan tersendiri yang ada dibenak kami (baca “Guru”) seandainya kami mampu mengantar kalian melewati gerbang ujian nasional ini dengan selamat. Kami adalah orang yang pertama kali berbangga dan tersenyum, bahagia dan gembira serta orang yang pertama kali akan mengucapkan selamat sebelum pihak yang lain baik itu orang tua, pemerintah atau saudara kerabat kalian. Sebuah kekecewaan dan bukti bahwa kami boleh dibilang tak berhasil mendidik kalian seandainya terjadi sebaliknya. Di sini Penulis bukanlah menitik beratkan penyebab permasalah ketidaklulusan adalah Guru. Bukan itu maksud penulis. Kita bisa lihat begitu mulianya hati seorang guru. Tak ada satu orang gurupun yang akan menghancurkan masa depan siswanya kalau itupun ada tak pantas dia di panggil guru. Penulis menyayang ketika evaluasi ini nantinya terjadi ada pihak – pihak yang di pojokkan dan dirugi. Hal ini perlu diwanti – wanti supaya tak terjadi.

UNAS bukanlah barang baru lagi yang kita dengar dan laksanakan. Namun sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Hanya saja nilai kompetisi kelulusanya dinaikkan dan diperketat serta kualitas bobot soal malah semangkin tinggi dari tahun ketahun dan hal ini adalah sebuah kewajaran menuju arah lebih maju. Yang namanya maju pasti kearah yang lebih baik. Penulis pikir pastilah pihak sekolah dan siswa sudah menyiapkan walau mungkin usaha yang dilakukan belum optimal. Banyak beberapa pihak khususnya dari siswa sendiri mengakui standar kelulusan tahun ini terlalu tinggi dan kapasitas soal yang dibuat cukup susah untuk dijawab. Kiat semuanya bertanya dan meraba bagian mana yang menjadikan alasan yang kuat penyebab banayknya tidak lulus ujian nasional ini.

Evaluasi merupakan jalan terakhir atas jawab tersebut tapi bukanlah hal utama bila tanpa ada kebersamaan dan kerjasama. Namun di dalam evaluasi ini kita bukan saling menyalahkan satu pihak atau mencari kambing hitam. Sebab sebuah kelulusan siswa bukanlah disebabkan hanya satu pihak saja tetapi seluruh pihak saling berkaitan, semuanya saling membantu dan kerjasama. Dunia pendidikan akan berhasil dan maju bila adanya kebersamaan. Kebersamaan itu adalah kebersamaan datangnya dari sekolah, pemerintah dan masyarakat. Dan ini juga berlaku ketika terjadi sebuah ketidak lulusan siswa. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Tanpa ada evaluasi hasilnya NOL besar dan akan berakibat buruk untuk tahun – tahun kedepannya serta akan berimbas kepada Visi RIAU 2020 sendiri “Sebagi pusat melayu dan pusat pendidikan” hal ini, harus di tanggapi secara serius bukan main – main karena memang posisi Riau sangat strategis. Bila tidak, VISI hanya tinggal nama dan slogan yang tak berharga.

Evaluasi begitu banyak apakah itu menyangkut masalah kualitas guru, sarana, atau masalah gizi siswa atau karena sistem komputerisasi yang diterapkan mungkin juga masalah ketetapan standar kelulusan terlalu besar. Melihat hal ini. Coba kita belajar dari kota pelajar yaitu yogyakarta. Apakah ada yang kurang? Disalah satu stasiun Tv swasta mengabarkan sebanyak 23 sekolah di kota yang terkenal sebagai kota pelajar tersebut dinyatakan tidak lulus ujian nasional. Kita semua tahu bahwa Yogyakarta adalah pusatnya pendidikan. Kompetensi siswanya tinggi apalagi kuaitasnya. Namun kenyataannya. Kurang apa lagi? Ini sebuah mesteri yang harus dan wajib untuk diungkap.

Menurut hemat penulis berkaca dari hal yang dialami oleh Yogyakarta yang terkenal kota pelajar tersebut ada baiknya di dalam Evaluasi ini cobalah selain evaluasi kualitas guru, sarana dan pesarana atau gizi siswa. Pihak sekolah, pemerintah dan masyarakat sama – sama untuk mensosialisasikan bagaimana teknik mengisi atau membulatkan lembar jawaban komputer. Biarpun itu masalah kecil itu namun bukanlah dianggap remeh dan sepele. Di sana ujung nasib kelulusan siswa. Sangat menyedihkan memang bila hal itu terulang kembali dan itu ternyata hal ini menjadi factor utama menjadi penyebab banyaknya siswa tidak lulus. Sebab sampai sekarang penulis pribadi belum memperoleh bentuk baku bagaiman cara dan efektifnya menggunakan lembar jawaban yang nantinya di periksa oleh komputer. Sosialisi dari pemerintah sangat kurang menegenai hal ini. Kita tahu bila salah sedikit saja itu sangat berbahaya. Masih banyak siswa – siswa yang tidak tahu bahkan masih ada yang bingung bagaimana cara membulatkan atau mengisi lembar jawaban komputer tersebut yang baik, benar dan tepat dengan menggunakan teknik – teknik tertentu.

Ketika Penulis masih duduk dibangku sekolah beberapa tahun yang lalu sosialisasi mengenai pengisian lembar jawaban sama sekali tidak ada hanya sebatas pengetahuan siswa sendiri dan hal tersebut tak bisa menjadi pegangan dan ajuan. Walaupun banyak pihak beranggapan persentase kesalahan penyebab ketidaklulusan ujian nasional di bagian ini hanya kecil. Itu salah besar. Apa lagi tri out pemeriksaan tidak pernah menggunakan lembar komputer yang sebenarnya hanya pemeriksaan manual saja. Tidak salahnya itu perlu dikaji lebih serius lagi.

Ada seorang siswa yang selama sekolah berprestasi dalam bidang akademik tidak pernah keluar dari tiga besar disekolahnya bahkan sudah diterima di Perguruan Tinggi negeri favorit melalui jalur PBUD ternyata setelah pengumuman ternyata dirinya tidak lulus. Dapat dibayangkan kondisi siswa tersebut secara psikolog hal ini sangat membahayakan jiwa siswa tersebut. Bukan hanya siswa saja yang menderita sekolah juga mendapatkan imbasannya. Sebab dia adalah asset bangsa yang berharga. Generasi penerus nantinya bahkan ada siswa yang tidak lulus ujian nasional yang sampai stress.terpaksa mendekam di rumah sakit jiwa (RSC) siapa yang bingung dan rugi?

Penulis hanya berharap pendidikanlah yang membuka sebuah peradaban baru yang lebih maju dan perubahan yang lebih cerah bukan malah menambah masalah dan membuat bingung khususnya rakyat kecil yang tak tahu apa – apa. Mari kita sama – sama evaluasi. Tampa kebersamaan maka VISI RIAU 2020 sebagai pusat melayu dan pusat pendidkan tidak bakalan terwujud. Ingat apa salah satu moto AA GYM untuk menggapai tujuan dengan sukses dan berhasil “ Mulailah dari yang terkecil” apa salahnya di dalam evaluasi ini kita terapkan. Semoga. (Yar johan: Pekanbaru, 4 Juli 2005)

Bioteknologi: PRODUKSI Tubifex sp SEBAGAI PAKAN ALAMI

Oleh Yar Johan


" Cacing sutera (Tubifex sp) cukup mudah untuk dijumpai, dan jika dibudidayakan tidaklah sulit untuk melakukannya. Kemampuanya beradaptasi dengan kualitas air yang jelek membuatnya bisa dipelihara di perairan mengalir mana saja, bahkan pada perairan tercemar sekalipun. Selain itu juga bias bertahan lama hidup di air dan nilai gizi yang ada pada cacing ini cukup baik untuk pertumbuhan ikan "



I. PENDAHULUAN 
1.1. Latar Belakang
Usaha budidaya ikan dan udang nampak semakin giat dilaksanakan baik secara intesif maupun secara ekstensif. Salah satu factor yang menentukan keberhasilan budidaya ikan dan udang adalah kesediaan pakannya. Dalam penyediaan pakan harus diperhatiakn beberapa factor yaitu jumlah dan kualitas pakan, kemudahan untuk menyediakannya serta lama waktu pengambilan pakan yang berkaitan dengan penyediaan makanan yang dihubungkan dengan jenis dan umurnya.

Lomba Mengarang: Partisipasi Perempuan Indonesia dalam Pembangunan

Lomba Mengarang: Partisipasi Perempuan Indonesia dalam Pembangunan

Tuesday, June 3rd, 2008 - 10:20 am - Informasi, Lomba Mengarang

Pusat Studi Wanita UGM bekerja sama dengan sekolah Pascasarjana UGM menyelenggarakan Lomba Mengarang dengan tema “Partisipasi Perempun Indonesia dalam Pembangunan dalam Rangka Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Perempuan Indonesia”.Semakin banyak perempuan terlibat dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan publik. Sejumlah kasus menunjukkan kondisi sosial ekonomi keluarga menjadi alasan kuat bagi perempuan untuk terjun ke ranah publik untuk meningkatkan kualitas hidup, baik dari segi ekonomis maupun nonekonomis. Perempuan di ranah publik dewasa ini masih mengalami ketidakadilan gender: subordinasi, marginalisasi, kekerasan, stereotipe, bahkan beban ganda.

Berdasarkan kebijakan-kebijakan terkait pemberdayaan gender pada hakikatnya, perempuan dan laki-laki memiliki akses, partisipasi,kontrol, dan manfaat yang sama, setara, dan adil dalam berbagai sektor pembangunan. Sebagai makhluk sosial, perempuan memiliki potensi diri, harapan-harapan, kebutuhan-kebutuhan, dan minat-minat tertentu dalam menjalani kehidupannya. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam kegiatan pembangunan merupakan kebutuhan aktualisasi diri dalam rangka peningkatan kualitas hidupnya.

Sebagai bagian dari masyarakat, perempuan juga memiliki peran potensi yang cukup besar dalam mengambil keputusan dalam ranah domestik, pendidikan, penyumbang tenaga, maupun pendukung organisasi sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, sasaran pemberdayaan perempuan seyogyanya diarahkan untuk mengembangkan dan mematangkan berbagai potensi diri perempuan untuk dapat memanfaatkan hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki terhadap sumber daya pembangunan dalam rangka menuju kemandirian.

Salah satu upaya untuk mengungkapkan wawasan dan pengalaman tentang peran dan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor pembangunan, PSW UGM bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana mengadakan lomba mengarang dengan topik Partisipasi Perempuan Indonesia dalam Pembangunan dalam rangka 100 Tahun Kebangkitan Perempuan Indonesia kepada masyarakat umum baik laki-laki maupun perempuan. Melalui lomba mengarang diharapkan masyarakat mendapatkan wawasan tentang partisipasi perempuan dalam pembangunan: sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, politik, hukum, pendidikan, teknologi dan informasi, keagamaan, dan sebagainya dalam rangka peningkatan kualitas hidup dan kemandirian.

Tujuan Mendorong masyarakat untuk memahami dan mendapatkan wawasan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan dari masa ke masa Mendorong masyarakat untuk mengungkapkan partisipasi perempuan dalam pembangunan dalam bentuk tulisan

Peserta Laki-laki atau perempuan lulusan S1 dari berbagai disiplin ilmu dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara

Tata Cara a. Penulisan 1. Tulisan diungkapkan dalam bentuk esai 2. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai dengan EYD) 3. Esai ditulis dengan menggunakan huruf Arial 11 dan spasi 1,5 4. Jumlah halaman esai maksimal 10 lembar kuarto 5. Sertakan bio data penulis (CV), foto ukuran 3 x 4, dan surat pernyataan bahwa tulisan tersebut belum pernah dipublikasikan. 6. Mengisi form pernyataan kesediaan bahwa tulisan menjadi milik panitia dan bersedia dipublikasikan (blangko kesediaan dapat di download pernyataan.doc)

b. Pengiriman 1. Tulisan dikirim dalam bentuk print out sebanyak 1 eksemplar dan soft copy (CD) 2. Pengiriman dapat dilakukan melalui email PSW UGM: psw_ugm@yahoo.co.id (pengiriman melalui email, tidak perlu menyertakan print out) atau dikirim melalui pos atau datang langsung ke PSW UGM, Jl. Asemkranji Sekip K-5, Yogyakarta. 3. Batas waktu penerimaan tulisan pada tanggal 1 Juli 2008 pukul 15.00 WIB

Pengumuman Pemenang 1. Tulisan akan dinilai dewan juri pada bulan Juli 2008 dan hasilnya akan diumumkan melalui website PSW UGM pada tanggal 11 JUli 2008. Pemenang lomba akan diberitahukan secara tertulis. Pemenang lomba akan diundang dan menerima hadiah pada acara Seminar International PSW UGM: Two Days Conference On “Women In Public Sector” pada tanggal 16 - 17 JUli 2008. 2. Tulisan-tulisan yang dianggap memenuhi syarat akan dipublikasikan dalam bentuk buku tidak untuk kepentingan komersial.

Kriteria Penilaian 1. Bobot isi sesuai dengan tema 2. Relevansi tema dengan permasalahan nyata 3. Menampilkan sesuatu yang inovatif dan kreatif 4. Terdapat ide-ide untuk pemecahan masalah 5. Tulisan mudah dimengerti oleh berbagai pihak

Hadiah 1. Juara I mendapatkan Trofi dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI, sertifikat, stimulan pembinaan sebesar Rp 1.500.000,00, dan beasiswa S2 Sekolah Pascasarjana UGM* 2. Juara II mendapatkan Trofi dari Rektor UGM, sertifikat, dan stimulan pembinaan sebesar Rp 1.250.000,00 3. Juara III mendapatkan Trofi dari Direktur Sekolah Pascasarjana UGM, sertifikat, dan stimulan pembinaan sebesar Rp 1.000.000,00 4. Juara IV (Harapan I) mendapatkan Trofi dari Kantor Pemberdayaan Perempuan Provinsi DIY, dan sertifikat, stimulan pembinaan sebesar Rp 500.000,00 5. Juara V (Harapan II) mendapatkan Trofi dari Kepala PSW UGM, sertifikat, dan stimulan pembinaan Rp 500.000,00

*Bilamana Juara I sedang/sudah menempuh S2 atau S3 hadiah beasiswa akan diberikan kepada pemenang yang belum menempuh pendidikan di pascasarjana berdasarkan peringkat.

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Tempat & tanggal lahir : Alamat : Email : Telp/HP : Institusi : No. Identitas (SIM / KTP) : Judul tulisan :

Dengan ini menyatakan bersedia menyerahkan tulisan kepada panitia untuk menjadi hak milik panitia dan tulisan tersebut dipublikasikan oleh panitia dalam bentuk buku. Pernyataan ini dibuat dengan sungguh-sungguh dan tidak ada unsur paksaan.

Hormat kami,

(Nama Lengkap)

eminar Internasional Dua Hari “Women In Public Sector”

Wednesday, June 4th, 2008 - 8:55 am - Seminar Internasional

Bersama ini, kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr. untuk mengikuti Seminar Internasional selama dua hari dengan topik “Women ini Public Sector”, baik sebagai pemakalah maupun peserta. Seminar ini diadakan oleh Pusat Studi Wanita UGM yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 – 17 Juli 2008 jam 08.00 – 17.00 WIB di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Lantai 5, Yogyakarta. Pembicara dalam seminar internasional di antaranya Prof. Dr. Hafeez-ur-Rehman dan Aneela Sultana (Pakistan), Dr. Thomas Hunter (USA), Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc (Indonesia). Seminar ini diharapkan dapat mendorong peneliti, dosen, mahasiswa, wartawan, pengusaha, pemerintah, LSM, dan stakeholder, baik dari dalam negeri maupun mancanegara untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

Tema – tema yang dapat dipresentasikan adalah;

* Perempuan di Sektor Sains dan Teknologi * Perempuan di Sektor Kesehatan dan Kedokteran * Perempuan di Sektor Agrokompleks: Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, dan lain-lain * Perempuan di Sektor Sosial Humaniora: Politik, Sastra, Hukum, Agama, Pariwisata, Sejarah, Pendidikan, Seni, dan lain-lain.

Peserta dimohon memberikan konfirmasi sebelum tanggal 1 Juni 2008. Bagi peserta yang ingin mempresentasikan makalah dimohon mengumpulkan abstrak sebelum 30 Mei 2008, format MS-Word dalam bentuk softcopy ke email: psw_ugm@yahoo.co.id, atau dalam bentuk CD ke PSW UGM Jl. Asemkranji Sekip K-5, Yogyakarta ataupun melalui ke fax PSW UGM: (+62 274)583546. Abstrak maksimal 300 kata ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris diketik dengan 1 spasi dan huruf Arial 11. Formulir pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website PSW UGM: http://www.psw-ugm.web.id. Biaya seminar ini adalah

PESERTA DALAM NEGERI Registrasi Awal (paling lambat 16 Juni 200 8) Umum: Rp 500.000,00 Mahasiswa: Rp 400.000,00

Registrasi Akhir (paling lambat 10 Juli 200 8) Umum: Rp 700.000,00 Mahasiswa: Rp 600.000,00

PESERTA MANCANEGARA Registrasi Awal: US $ 95 (paling lambat 16 Juni 200 8) Registrasi Akhir: US $ 110 (paling lambat 10 Juni 200 8)

Peserta dapat melakukan pembayaran melalui rekening: R. Ay. Siti Hariti Sastriyani QQ Pusat Studi Wanita UGM Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu UGM No: 137-00-0483973-0

Kontak Person: Dra. Heri Susilowati Jl. Asemkranji Sekip K-5 Yogyakarta (+62 274) 583546

Kami juga mengundang Bapak/Ibu/Sdr untuk menyaksikan acara “Pementasan Trilogi Dalang Perempuan (terdiri dari seorang dalang perempuan cilik, seorang dalang perempuan dewasa, dan seorang dalang perempuan dari Jepang)” pada tanggal 17 Juli 2008 di halaman Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri, pukul 20.00 WIB (tidak dikenai biaya). Acara “Pementasan Trilogi Dalang Perempuan merupakan kerja sama antara Pusat Studi Wanita dengan Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri.

Hormat kami,

Siti Hariti Sastriyani

Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada Kantor: Jl. Asemkranji, Sekip K-5, Yogyakarta, Indonesia Telp./Fax.(+62274)583546 Email: psw_ugm@yahoo.co.id Website: http://www.psw-ugm.web.id

FORMULIR PENDAFTARAN

Seminar Internasional Dua Hari “WOMEN IN PUBLIC SECTOR” 16 – 17 Juli , 2008

Di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Nama Lengkap : Gelar : Institusi : Alamat : No Telepon Kantor : Rumah : Fax Kantor : Rumah : E-mail : Partisipasi (Pemakalah/Peserta*): Judul Tulisan :

Kata Sambutan Wakil Wisudawan dan Wisudawati


 Oleh Yar Johan

"Tetap berpegang teguh pada sumpah mahasiswa yang mengaku: “Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung keadilan. Berbahasa satu, bahasa kebenaran”

KATA SAMBUTAN WAKIL WISUDAWAN DAN WISUDAWATI PADA RAPAT SENAT TERBUKA PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU, 23 FEBRUARI 2008 
 

Bismillahirrahmanirrahim 

Yang terhormat :
Ketua Senat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau; Bapak/Ibu Anggota Senat; Pimpinan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau;
Dosen dan Karyawan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau;
Para Wali Wisudawan dan Wisudawati;
Para Wisudawan dan Wisudawati yang berbahagia;
Segenap Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau;

Para Undangan dan Hadirin yang saya hormati;

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻡ ﻮﺮﺤﻤﺔ ﺍﻠﻠﻪ ﻮﺑﺮﻜﺎﺘﻪ
Selamat Pagi
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua 

Mengawali sambutan ini perkenankan saya mengajak hadirin sekalian untuk mengucapkan syukur pada Allah Swt atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga pada hari ini, Sabtu 23 Februari 2008, kita dapat hadir bersama-sama di tempat ini untuk menghadiri perhelatan penting yaitu wisuda bagi para mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau yang telah berhasil menyelesaikan studi untuk jenjang Diploma Tiga (D-3) dan Strata 1 (S-1). Dan salawat beserta salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw.

Hadirin dan Undangan sekalian yang saya hormati,
Sebelumnya saya minta maaf kepada para wisudawan dan wisudawati Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Jika pada sambutan ini, tidak semua terwakili apa yang wisudawan dan wisudawati harapkan karena keterbatasan ruang dan waktu. Bila ada yang tidak berkenan dihati para wisudawan dan wisudawati mohon dimaafkan.

Pertama, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dekan dan Para Pembantu Dekan, khususnya kepada para dosen di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau yang sudah membimbing, mengajari dan mengarahkan selama belajar, menimba ilmu di kampus tercinta ini. Mohon ma'af apa bila dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai mahasiswa ada kesalahan dan kekurangan. Kenakalan dan kekurang-ajaran kami selama belajar, tentu akan menjadi pelajaran berharga buat hari-hari kami di masa yang akan datang.

Kedua, terima kasih kepada Bapak dan ibu Wali wisudawan/wisudawati, yang telah banyak berkorban demi kelangsungan dan kelancaran belajar kami selama menempuh pendidikan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Dengan diwisudanya kami, bukan berarti masa belajar kami berhenti sampai di sini, juga bukan merupakan prestasi puncak, karena ada beberapa jenjang pendidikan yang masih harus kami lalui. Terlebih pendidikan dalam bermasyarakat sebagai implementasi teori-teori yang kami peroleh dari perguruan tinggi. Namun demikian, prestasi ini semoga bisa menjadi "obat penawar" di tengah lelahnya Bapak dan Ibu sekalian dalam mendidik dan membesarkan kami. Saya ucapkan terimakasih kepada seorang wanita yang begitu tegar, sabar dalam mendidik anaknya ini, Ibu.. terimakasih.
Ketiga, Terima kasih kepada semua civitas akademika, para pegawai kampus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau tercinta, terima kasih sudah berpartisipasi, melayani dan membantu menyukseskan tugas dan kewajiban kami selama belajar. Tanpa kesediaan, kesabaran, dan keikhlasan Bapak dan Ibu sekalian bisa dipastikan proses belajar kami mengalami hambatan. Tidak ada kata yang paling pas kami ucapkan selain doa semoga semua yang telah Bapak dan Ibu lakukan, semua yang telah Bapak dan Ibu korbankan untuk kami dibalas oleh Allah. Amin ya Rabbal'alamin.

Keempat, Kepada para aktivis kelembagaan mahasiswa. Tetap berpegang teguh pada sumpah mahasiswa yang mengaku: “Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung keadilan. Berbahasa satu, bahasa kebenaran” tiga poin pokok yang muncul, (tanpa penindasan, keadilan dan kebenaran) adalah nasionalisme masa kini yang menghadirkan kembali seruan kritis para pendahulu bangsa. Dulu adalah dulu dan sekarang adalah sekarang, tapi dulupun hadir di masa sekarang meski berbeda wujud dan strukturnya. Perjuangan atas cita-cita nasionalisme belumlah berhenti, tapi disambut oleh generasi sekarang untuk meneruskannya.

Kelima, Kepada teman-teman mahasiswa yang masih menempuh pendidikan, terima kasih telah bekerja sama selama menempuh pendidikan. Dalam perjalanan, pergaulan, dan masa pembelajaran tentu ada kesalahan. Untuk itu saya mewakili teman-teman yang lebih dulu diwisuda, mohon ma'af atas semua kesalahan. Harapan kami, teman-teman yang masih duduk di bangku kuliah, bisa mencetak prestasi dengan baik dan membawa kampus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau lebih berkualitas, bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, agama, dan dikenal masyarakat luas.

Hadirin dan Undangan sekalian yang saya hormati,
Selanjutnya, kepada Bapak/Ibu, dan hadirin semua, kami mohon doa restu agar kami semua diberi kemudahan oleh Allah dalam menjalani hari-hari berikutnya. Mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta nantinya mampu kembali membaur dengan masyarakat luas. Mampu berpartisipasi menggunakan ilmu pengetahuan yang sudah kami dapat untuk kemaslahatan masyarakat luas. Dan memperoleh predikat sebagai manusia yang berguna bagi Bangsa, dan Agama. Memang secara formal kami sudah dinyatakan berhak menyandang gelar sarjana, namun demikian, bimbingan dan arahan masih sangat kami harapkan dari para dosen, serta Bapak dan Ibu orang tua kami.

Hadirin dan Undangan sekalian yang berbahagia,
Para wisudawan dan wisudawati, kita sebagian dari ujung tombak Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau yang dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Oleh karena itu silaturrahmi dengan almamater dan sesama alumni jangan sampai terputus tetapi terus dibina, sehingga Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau semakin menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Hadirin dan Undangan sekalian yang saya hormati,
Kami pun mengucapkan banyak terimakasih kepada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau yang telah memberi kami kesempatan untuk menimba ilmu dan belajar banyak hal. Sehingga kami bertekad, setelah ini, saatnya kami membaktikan ilmu yang telah kami peroleh untuk keluarga kami, agama, bangsa dan negara kami. Semoga kami mampu menjadi aktor-aktor pembangunan di negara yang sangat kita cintai ini.

Demikian, mohon ma'af apa bila ada kesalahan.

" Ikan Patin Ikan Arwana
Ikan Dikail Si Orang Sakti
Kini Kami Sudah Sarjana
Mohon Doa Agar Kami Berbakti "




ﻮﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻡ ﻮﺮﺤﻤﺔ ﺍﻠﻠﻪ ﻮﺑﺮﻜﺎﺘﻪ

Pekanbaru, 23 Februari 2008 
Wakil Wisudawan/wati, 

Tdo 

Yar Johan, S.Pi NIM. 0404120140

ALAT KEPEMIMPINAN TERCANTIK

Oleh Yar Johan 

 "Saya percaya, hidup sedang terus-menerus menguji tingkat komitmen kita. Dan, hadiah terbesar dari hidup ini diberikan hanya pada mereka yang menunjukkan komitmen yang tiada akhir untuk berusaha sampai mereka meraihnya. (Anthony Robbins) "

Tak ada alat kepemimpinan yang lebih cantik daripada keteladanan. Kita tak selalu berada di tempat dan waktu yang tepat menurut keinginan kita. Kitapun tak selalu bekerja dengan orang-orang yang kita harapkan. Namun, percayalah, keteladanan tak mengenal pergantian musim. Keteladanan adalah apa yang dicari oleh setiap pengikut dari pemimpinnya. Bila mereka tak menemukan peran panutan dalam diri anda, mereka akan berpaling pada orang lain. Maka meski anda mengenakan jubah kebesaran, tongkat komando kepemimpinan itu telah berpindah tangan.

Memang tak ada jaminan semua orang akan meneladani anda. Namun jaminan terbaiknya dalah bahwa anda menemukan apa yang anda cari dalam diri anda. Anda menjadi pemimpin pertama bagi diri anda sendiri. Dan, tidaklah kita bisa memimpin orang lain sebelum memimpin diri sendiri. 

Saya percaya, hidup sedang terus-menerus menguji tingkat komitmen kita. Dan, hadiah terbesar dari hidup ini diberikan hanya pada mereka yang menunjukkan komitmen yang tiada akhir untuk berusaha sampai mereka meraihnya. (Anthony Robbins)

Jika kita tak bisa menemukan komitmen dalam diri sendiri, percuma saja mencarinya di tempat lain. (Francois de La Rochefoucald)