Oleh Yar Johan
"Intan bagaikan Bidadari yang hinggap di telaga hatinya. Laksana
butiran hujan yang jatuh di saat musim kemarau melanda. Artinya
kehadiran Intan di kancah kehidupannya sangat berarti sekali.
Dimana-mana ada intan "
Edo mempercepat langkahnya. Hujan gerimis tak dirisaukanya. Bajunya sedikit basah, ditengadahkanya pandangan kelangit. Langit gelap tak berbintang. sepertinya Edo tak peduli dengan situasi yang tak bersahabat kali ini. Tak jadi penghalang bagi Edo untuk pergi ke rumah Intan. Senyum Edo mengembang bila mendengar nama tersebut walau tubuhnya basah dengan air hujan dan keringat. Kenapa tidak, bukan intan yang di sering di jual di toko perhiasan itu. Salah besar. Beda. Jauh sekali. Intan, siapa yang tak kenal gadis itu.