MENGAPA PERLU ILMU PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUTAN

Oleh Yar Johan

 
"Sumberdaya pesisir dan lautan merupakan kekayaan alam yang sangat bernilai yang harus dikelola dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan (on sustainable basis)"

  
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 pulau dengan garis pantai sepanjang ±81.000 km, serta kawasan laut mencapai 5,8 Juta km­­­­­­­2. Dari potensi fisik tersebut, Indonesia dikaruniai kekayaan sumberdaya pesisir dan lautan yang besar dan beragam. Total potensi perikanan ± 6,4 juta ton ikan pertahun. Potensi lainya adalah sumberdaya minyak bumi, gas bumi, mineral, dan potensi energi non potensial serta jasa kelautan seperti tranportasi laut, industri maritim dan wisata bahari. Selain itu, wilayah pesisir dan lautan dikenal pula sebagai wilayah yang rentan (fragile) terhadap tekanan pembangunan.

POTENSI SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUTAN DI KOTA SABANG, PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

oleh: Yar Johan


"Ingat Sabang, ingat Merauke, setidaknya itu adalah rangkaian kata dalam lagu dari Sabang sampai Merauke (karya R. Surarjo)"



1. PENDAHULUAN

Kota Sabang adalah salah satu kota di Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kota ini berupa kepulauan di seberang utara pulau Sumatera, dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesar. Kota Sabang merupakan zona ekonomi bebas Indonesia, ia sering disebut sebagai titik paling barat Indonesia, tepatnya di Pulau Benggala. Kota Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan (Gambar 1). Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibombardir pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.