INDONESIA: PEMBAWA OBOR OLIMPIADE 2012

 
Oleh Yar Johan

 
"Mereka terpilih atas prestasi dan kemampuannya dalam memberikan semangat nasionalisme dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia" (Yoo Yong Kim)

Sabtu 19 Mei 2012 yang lalu Obor olimpiade 2012 sudah mulai diarak, Negara pertama yang dikelilingi oleh obor tentunya dari Negara tuan rumah iya Inggris sebagai penyelenggara yang sudah ditunjuk sebagi tuan rumah tahun 2005. Penunjukan ini melalui proses pengundian mengalahkan Negara Prancis yang ketika itu hanya selisih 4 suara. Rencananya Obor olimpiade 2012 ini akan diarak oleh 1.360 orang dari seluruh belahan dunia. Obor akan melewati seribu perkotaan dan pedesaan dengan total rute 8 ribu mill. Rute akan berakhir di Olympic Games pada 27 Juli 2012 mendatang. Bagaimana dengan Indonesia. Siapa mendapatkan kesempatan membawa Obor yang setiap 4 tahun sekali dinyalakan. Obor ini akan digelar di London, Inggris, 27 Juli-12 Agustus 2012 mendatang.  Pembawa Obor dipilih langsung oleh PT Samsung Elektronics Indonesia yang menjadi sponsor resmi Olimpiade London 2012.

Api Obor Olimpiade London 2012 (sumber:http://www.london2012.com) 
David Beckham dengan Api Obor Olimpiade London 2012 (sumber :http://www.london2012.com) 


Mereka-mereka adalah

PESERTA DIDIK SEHARUSNYA TIDAK HANYA DIBEKALI CARA BERPIKIR SAJA

oleh Yar Johan

" Perbaikan kualitas peserta didik tentu saja akan berhasil jika peserta didik dibekali cara berpikir, beretika, berestitika, memiliki moralitas yang baik dan memiliki nilai tanggung jawab sosial (social responsibilities value)"


 
Bila peserta didik hanya dibekali cara berpikir saja maka akan menjadi ancaman dan menjadi cerdas tapi tidak terdidik. Ancaman tersebut dapat berimplikasi diantaranya, Pertama dapat menimbulkan degradasi visi kebangsaan pada peserta didik generasi muda penerus bangsa. Nilai-nilai dasar nasionalisme, kepeloporan, dan kesetiaan yang berwatak kebangsaan sebagaimana ditanamkan dengan susah payah sekarang ini, dapat mengalami erosi dan pendangkalan makna sehingga pada gilirannya akan menjadi kabur dari jati diri generasi muda di masa datang. Akibatnya, bisa jadi terjadi cita rasa bangsa yang mempunyai nilai-nilai budaya yang kaya, akan ditelan oleh arus globalisasi budaya hegemonik dari negara maju. Kedua peserta didik akan memiliki kepribadian ganda. Implikasi nyata dari pengaruh desakan global yang menawarkan berbagai ragam perubahan ditengah masyarakat akan menimbulkan kebingungan atau ketegangan psikis yang tidak jarang melahirkan watak split-personality (pecah kepribadiannya). Hal ini terjadi sebagai akibat langsung dari kejutan-kejutan informasi yang pada umumnya sulit diantisipasi oleh masyarakat. Ketiga mencetak peserta didik yang hedonism dan involusi budaya. Sebagai rantai kelanjutan dari kondisi perwatakan masyarakat transisional di atas adalah secara dramatis selalu membawa akibat menguatnya budaya baru dan lemahnya fungsi filtasi budaya lama. Satu diantara banyak ciri yang diakibatkannya adalah tingginya sikap pragmatis sebagai cikal bakal tumbuh suburnya sikap pemamah atau komsumtif hasil, barang dan jasa dari luar. Baik dalam bentuk produk teknologi maupun lainya, tanpa disertai kreativitas, pendidikan moral, keterampilan diri dalam berkarya dan berinovasi.
Peserta didik penentu arah bangsa http://ft.umm.ac.id

DILIHAT DARI TUJUH SEKTOR PEMBANGUNAN KELAUTAN, APAKAH PENGELOLAAN SUMBERDAYA HAYATI PESISIR DAN LAUT DAPAT DILAKUKAN SECARA TERPISAH

Oleh Yar Johan

" Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) merupakan pembangunan yang dapat mempertemukan kebutuhan pada saat ini tanpa melupakan kebutuhan generasi mendatang"

Dalam pengelolaan sumberdaya hayati dan laut ketujuh sektor pembangunan kelautan tidak bisa dipisahkan antara satu sama yang lain. Dimana sektor perhubungan laut, sektor, wisata bahari, sektor energy dan sumberdya mineral, sektor bangunan kelautan, sektor jasa kelautan, sektor industry maritim dan sektor perikanan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahakan dan saling terkait. Sehingga jika tujuh sektor pembangunan kelautan dapat dilakukan secara terpadu maka akan mampu mendayagunakan fungsi laut dan sumberdaya kelautan (ocean based resources) secara bijaksana sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat dengan didukung oleh pilar-pilar ekonomi sumberdaya daratan (land based resources) yang tangguh dan mampu bersaing dalam kancah kompetisi global antar bangsa, pembangunan berkelanjutan akan terwujud.

KEBIJAKAN MAKRO BERUPA PENGATURAN TATA RUANG WILAYAH DAPAT DIGUNAKAN UNTUK PENGELOLAAN SUMBERDAYA HAYATI PESISIR DAN LAUT


oleh Yar Johan

"Tataruang Pesisir merupakan salah satu alat (tool) pengelolaan sumberdaya pesisir jika diterapkan secara konsisten. Dalam penyusunana tataruang yang baik, seharusnya dilihat dulu kegiatan apa yang menjadi leading sektor di wilayah pesisir"



Jika leading sektornya perikanan, maka ditetapkan zona dimana kegiatan yang dominan adalah perikanan, serta membolehkan kegiatan lain yang bersifat mendukung (sinergis). Lalu tataruang di daratnya mengikuti fokus dari tataruang di pesisir, sehingga kegiatan industri yang limbahnya dapat merusak budidaya perikanan di pesisir tidak diizinkan. Zona merupakan suatu ruang wilayah pesisir yang ditetapkan untuk menyatukan kegiatan-kegiatan yang sinergis dan saling mendukung serta memilah kegiatan yang bertentangan (imcompatibel). Pada zona yang telah ditetapkan maka diprioritaskan pembangunan prasarana pendukung kegiatan-kegiatan yang dizinkan di zona tersebut dan Pemda menyeleksi industri lainnya yang akan masuk ke wilayah pesisir tersebut.

HIERARKI PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDONESIA

  oleh Yar johan 

 

"Pada tahun 2002 terdapat amandemen UUD 1945, Pasal 33 Ayat (4) yang menjadi bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan dan kemajuan ekonomi nasional"

Dengan demikian perekonomian nasional ditata mengacu  pada demokrasi ekonomi yang mengandung prinsip keberlanjutan dan berwawasan lingkungan. Adanya terminologi keberlanjutan dan berwawasan lingkungan inilah yang menjadi sumber hukum perlunya undang-undang tentang Pengelolaan Lingkungan.

MENGAPA PERLU ILMU PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUTAN

Oleh Yar Johan

 
"Sumberdaya pesisir dan lautan merupakan kekayaan alam yang sangat bernilai yang harus dikelola dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan (on sustainable basis)"

  
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 pulau dengan garis pantai sepanjang ±81.000 km, serta kawasan laut mencapai 5,8 Juta km­­­­­­­2. Dari potensi fisik tersebut, Indonesia dikaruniai kekayaan sumberdaya pesisir dan lautan yang besar dan beragam. Total potensi perikanan ± 6,4 juta ton ikan pertahun. Potensi lainya adalah sumberdaya minyak bumi, gas bumi, mineral, dan potensi energi non potensial serta jasa kelautan seperti tranportasi laut, industri maritim dan wisata bahari. Selain itu, wilayah pesisir dan lautan dikenal pula sebagai wilayah yang rentan (fragile) terhadap tekanan pembangunan.