GENUS IPB 2013

Gebyar Nusantara (GENUS) IPB 2013 bentar lagi akan dilaksanakan. Tepatnya tanggal 23 November 2013. Sebulan lagi. Namun kemarin diadakan seleksi omda-omda mana yang berhak tampil di malam hari dan siang hari. Untuk malam hari hanya 5 omda yang diberi kesempatan. Sehingga IMBR tidak mau ketinggalan. IMBR akan menampilan tarian, video dan dol tentunya. Mohon doanya ya. Agar Bengkulu tampil lagi seperti tahun sebelumnya.

Mengapa pada tertarik untuk tampil malam hari? Karena malam hari adalah sekaligus acara puncak. 5 omda akan tampil dihadapan ribuan penonton beserta petinggi kampus. Iya Pak Rektor turut serta. Kalau siang biasanya sepi karena banyak aktivitas kampus yang tidak bisa ditinggalkan. Bila masih penasaran apa yang bakal ditampilkan oleh Ikatan Mahasiswa Bumi Rafflesia (IMBR) silakan catat jadwalnya tanggal 23 November 2013. Ajak seluruh keluarga. Oya IMBR belum tahu jadwalnya dapat malam apa siang. Harapan bisa tampil malam. Mudah-mudahan. Semoga.






[KATA BIJAK] Motivasi Hidup ketika Kamu Lelah

Hidup itu sudah rumit. Jangan dibikin rumit lagi" Ujar dokter Boyke disalah stasiun TV swasta yang mengudara.

Iya itulah hidup. Kadang kerumitan sering kita temui. Namun ada kata bijak yang mungkin bisa mengurangi kerumitan hidup yang kita jalan. Gambar ini saya ambil di Pulau Enggano yang di dalam foto adalah sahabat saya. Berdiri tegap itu adalah Presiden SLE dan yang satu lagi adalah Perdana Menteri Enggano lagi memantau kondisi Perairan Pulau Enggano beberapa minggu yang lalu.



[KISAH] Menemukan sahabat lama

Pernahkan kalian bertemu dengan sahabat yang sudah lama sekali kalian tidak ketemu? Misalkan sudah terpisah lebih dari sepuluh tahun. Apa yang akan kalian lakukan? Bahagia atau marah-marah. 

"Kamu selama ini ngumpet dimana?"
"Saya sudah cari kamu di Facebok, twitter ataupun keman-mana kok gak ketemu"
"Sudah banyak berubah ya, dulu kamu masih suka nangis atau masih ingusan"
"Hahahaha hahaha"

Berakhir dengan tawa. Atau pertemuan itu berakhir sebaliknya. Standar dengan kualitas biasa-biasa saja.  Atau malah kamu ditipu sama teman yang selama ini kamu cari-cari. Nasib. Dunia itu terus berputar. Hari ini belum sama dengan hari besok. Tapi pertahankan kesetiaan sebagai seorang sahabat. Biasanya setia hidupnya mujur dan penuh rezeki. 

Kembali ke kisaha menemukan teman lama. Ya saya mengalami hal tersebut. Semenjak lulus dari SMP saya hilang kontak dengan sahabat-sahabat saya. Salah satu contoh sebut saja yang laki-laki itu adalah Dadang dan perempuan itu adalah Santi.

Dulu saya sering diajak main ke rumahnya. Sudah kenal keluarganya. Sudah seperti keluarga sendiri. Satu yang tidak saya sukai dari sifatnya Dadang adalah dia adalah perokok berat. Bayangin masih SMP sudah merokok. Iya bisa habis satu hari 2 bungkus. Memang Dadang anak konglomerat di Kampungnya. 

Suatu hari saya bilang sama Dadang ketika mau belajar kelompok. 
"Kamu kalau mau belajar bareng sama kita. Kamu jangan merokok"
"Iya"
Namun setelah belajar dimulai pelan-pelan Dadang sudah mengeluarkan bungkus rokoknya. Merokok dengan santai. Berulang kembali dan terulang kembali. Dadang memang tidak bisa terlepas dari rokok. Katanya gak bisa mikir. Buntu pikirannya. Sebenarnya Dadang anaknya cerdas dan pekerja keras tapi kami tidak suka asap rokoknya. Apalagi saya yang memang alergi dengan rokok.

"Mulai sekarang kalau kamu tetap merokok. Kamu tidak boleh gabung belajar kelompoknya" Waktu itu Dadang tetap bersikukuh ingin gabung belajarnya. Belajar sambil merokok. Kita sepakat mengunci pintu rumah dari dalam. Kebetulan teman rumahnya tinggal di sekolah. Pamannya penjaga sekolah. Dadang mengiba waktu itu. Mengetuk- mengetuk pintu rumah. Saya lihat dari balik kaca. Tidak tega melihat anak tersebut. Ini sebenarnya sudah sering kita lakukan. Namun bila dia mengiba maka pintu dibuka. Tapi lagi-lagi di dalam ruangan kita belajar penuh dengan asap rokok. Satu kebiasaan yang menjengkelkan dari Dadang adalah kalau merokok dia akan menghembuskan asap rokoknya kemuka teman-teman. Yang terdekat saya maka iya saya yang sering jadi korban. Pas waktu itu kesabaran kita mungkin sudah cukup. Kita berpikiran kalau anak SMP jangan dulu merokok. Saya juga dulu pernah bilang saya kalau merokok kalau sudah kerja. Apalagi kata Ibu Guru kalau perokok pasif itu lebih berbahaya dari perokok aktif. 

Semenjak itu saya tidak lihat lagi batang hidungnya sahabat saya si Dadang. Memang ketika kelas 3 kita tidak sekelas lagi. Namun bila di jalan saya masih menegurnya. Itu kadang-kadang kita tidak pernah ketemu. Saya dan teman-teman terutama saya pribadi mau meminta maaf atas kejadian waktu itu dengan Dadang. Mungkin Dadang kecewa besar dengan kelompok belajar. Tapi sebagai teman kita sudah memaafkan Dadang tapi Dadang keburu pergi. Tentu dengan sahabat belajar barunya. Tentu rokok tidak bisa lepas. Iya itulah Dadang. Beberapa tahun saya mencari informasi tentang dia. Khabarnya setamat SMP dia dimasukkan Ayahnya ke Pesantren. Dapat khabar kalau dia sudah menikah? Barusan menikah. Dadang memang tidak ingat lagi ya sama temannya sendiri. Hilang tidak ada khabar. Menikah tidak undang-undang. Hanya bermodalkan kartu nama yang dulu pernah kita bikin bareng. Kartu nama tersebut saya simpan sampai sekarang. Kartu nama yang pernah saya coba kirim surat namun alamatnya sudah berpindah. Tepat 2012 kemarin ketika saya pulkam saya ketemu dengan orang satu kampung sama Dadang kebetulan suaminya adalah satu daerah sama saya. Ciri-ciri yang saya sebutkan sangat cocok dengan apa yang bersangkutan katakan kalau itu Dadang. Tepat. Itu Dadang. Kalau Dadang barusan menikah tahun ini. Saya diberikan no kontak keluarganya Dadang dan setelah beberapa hari saya menemukan titik terangnya kalau Dadang masih di Pulau Sumatera bukan di Jawa. Saya komunikasi dengan orang tuanya dan menelpon Dadang.Akhirnya ketemu juga dengan sahabat saya yang sudah tenggelam di gundukan salju. Dadang mengajak saya ke rumah barunya yang dibangun. Bersama keponakan yang baru berumur 2 tahun yang begitu cantik. Alhamdulillah, sahabat lama saya sekarang sudah menjadi orang sukses. Sudah berkeluarga. Punya rumah sendiri. Satu hal pertanyaan yang menggantung sampai detik ini.
" Om, kapan menikahnya? Cepat-cepat menikah nanti keburu lapuk" Dadang menirukan suara mungil anaknya yang cantik dan imut. Ketika itu saya sambil menggedong keponakan saya yang sukanya makan es cream. Dadang dulu pendek dan sekarang sudah hampir sama tinggi dengan saya. hehehe.
"Kalau ke Pulau Enggano. Mampir ke sini ya"
Iya kedepannya aktivitas saya paling banyak fokus ke Pulau Enggano. Secara bertahap saat ini saya mulai belajar mencintai Pulau Enggano.
 
Pertemuan memang hanya sebentar. Hanya dua hari saya berada di kotanya. Saya melanjutkan perjalanan kembali. Melanjutkan mimpi-mimpi besar saya. Hehehe. Betapa bahagianya bisa ketemu kembali dengan sahabat lama. Mungkin bagi Dadang itu pertemuan standar dan kualitas biasa saja. Tapi saya bersyukur bisa ketemu dengan sahabat saya yang dulu kita sering berantem dan sering beda prinsip. Prinsip tentang rokok. 

" Bro, sampai detik ini aku gak bisa lepas dari rokok. Meskipun 3 tahun tinggal di pesatren tanpa rokok sekarang masih. Betul-betul kecanduan" Ujar Dadang.

"Usahakan di kurangi. Satu hal dirimu jangan merokok di depan keponakanku yang cantik ini yo. Kalau punya penyakit jangan ajak-ajak orang-orang tercinta" Itu pesan terakhirku. Hembusan rokoknya masih terasa. Iya biarlah untuk detik ini asap rokok itu saya biarkan menari-nari menggelembung ke atap-atap rumahnya yang baru. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa ketemu dengan sahabat lama saya yang lebih sepuluh tahun tidak ketemu. Ayo cari sahabat lamamu. Sebelum kamu pergi meninggalkan dunia yang fana ini.

Bagaimana dengan Santi. Kisah sahabat lama saya yang satu ini agak berbeda dan sedikit membuat tegang. Iya hampir sama. Dia teman SMP saya dulu. Sama halnya ketika melanjutkan SMA saya harus berpisah dengan Santi. Santi tidak satu sekolah sama saya. Tepatnya adek tingkat sekolah tetangga. Kita sering diskusi di depan rumah teman saya. Walau kebersamaan tidak lama. Namun lama berpisah saya mencari-cari dia. Hanya bermodalkan namanya saja Santi. Sampai detik ini saya tidak tahu nama lengkapnya. Hahaha. Sahabat sejati apa bukan iya? Nama lengkapnya saja tidak tahu. Hanya wajahnya yang sampai detik ini saya ingat. Hahaha. Lebih Sepuluh tahun yang lalu. Saya sudah putus asa mencari informasi tentang Santi. Dulu dia memang ikut neneknya tapi setelah itu kata teman saya dia jadi pengasuh di rumah orang. Oya saya baru ingat kalau kita pernah ketemu hanya 5 menit ketika itu saya mau melanjutkan kuliah. Itupun saya ditunggu oleh mobil. Tanpa sengaja. Setelah itu Santi menghilang dari kehidupan saya. Maaf ya teman-teman cerita sedikit maju mundur. Mundur maju. hehehe. Tenaga sudah habis dan hanya doa moga saya bisa ketemu sama teman saya yang satu ini. Suatu pagi di awal bulan Januari 2013 ada yang membuat comment di fb saya. Kisahnya nanti kita lanjutkan lagi ya. 




[TIPS] Pemuda yang ditolak lamarannya

Siang sudah berakhir. Saya sambil menunggu pembimbing yang bentar lagi tiba di Kampus. Dan baru saja di curhatin teman. Kalau lamarannya di tolak. Ini bukan yang pertama. Kalau pertama ya gak masalah katanya. Tapi ini lamaran yang ke-5. Ingat kata-kata dari orang sukses habiskan kegagalanmu. Bila sudah habis nanti kamu akan memetik kemenangan. Itu kalau bisnis. Ini mah beda. Lamaran saudara-saudara. Jadi ingat ingin melamar seseorang eh taunya kita melum mapan jadi gak berani. Mahasiswa dilarang menikah. Modus. Kembali ke teman saya yang satu ini. Memang dia sudah saya anggap saudara kandung saya. Agamanya bagus. Orangnya cerdas. Bentar lagi jadi pengajar di salah satu perguruan tinggi negeri di negeri tercinta ini. 
"Sabar kawan, kalau dia jodoh kamu tidak akan kemana-mana""
" Semuanya rahasia Allah"

Saya jadi ingat sebuah kisah yang pernah disampaikan seorang teman. Kisahnya seperti ini.
Silakan dibaca dengan seksama, resapi dan syukuri serta nikmati. 

Alkisah. Ada seorang pria melamar seorang wanita yang sangat ia cintai. Namun ternyata lamaran pria tersebut ditolak. Akan tetapi, saat itu si pria tidak menampakkan wajah kesedihan.

Sahabatnya terheran, lalu bertanya, "Mengapa kamu tidak bersedih? Bukankah engkau mencintainya dan ingin menjadikannya istri?"

Kemudian ia pun menjawab, "Sungguh ini bukan kegagalan, bukan juga kesedihan. Ini petunjuk dan juga karunia Allah. Ia Maha Pemberi Petunjuk jika kita bisa menafsirkannya dengan benar. Aku baru saja kehilangan orang yang tidak mencintaiku. Seharusnya wanita itu yang bersedih karena ia baru saja kehilangan orang yang mencintainya."

Ayo sahabatku yang lagi bersedih. Tak perlu bersedih. Semestinya yang bersedih adalah dia yang menolsak lamaranmu karena dia baru saja kehilangan kamu yang begitu mencintainya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tanamkan " Sesuatu yang baik dimata kita belum tentuk terbaik di mata Allah ataupun sebaliknya". Berbaik sangkalah akan keputusan yang Allah berikan. Semoga



[Pusi] Gadis Enggano


Gadis Pulau Enggano (dok.Pribadi)
Wajahmu bak bulan purnama
Tempias antara ombak menderu
Rintihan mesin-mesin kapal menembus sunyi
Di sini tempatmu berdiri
Dahulu katanya Pulau Telanjang
Iya kata-kata orang
Menjadi tersebut Pulau Enggano

Jari jemarimu melentik diantara bakau
Naluri bumi membalut tubuhmu kakimu tertanam kuat menyentuh bibir-bibir pantai
Semakin mendayu merona bulat wajahmu
Merah merekah memerah

Gadis enggano*
Ah biarlah kegelapan tanpa cahaya
Menyelimuti enggano
Asalkan cahaya itu selalu ada diwajahmu
Setiap saat membuat purnama cemburu
Tanpa bekas
Tanpa membekas

"Aku gadis enggano"
Yang sering bermain dengan riak ombak dan ikan-ikan karang
Senyum merekah menyambut
Mimpi masa depan

"Aku gadis enggano"
Teriakmu padaku
Saatku kenal kau diantar deru mesin kapal raja lelo

Pulau Enggano, 2013

 * Gadis enggano begitu kuat jiwanya. Daerah yang jauh dari kata modern namun membuat saya betah. Berminggu-minggu saya di sana. Hidup tanpa sinyal handphone. Kadang-kadang ada listrik malam harinya kadang tidak ada.  Puisi ini saya sampaikan ketika ada pelatihan dari komunitas kedai proses untuk generasi muda Pulau Enggano. Komunitas kreatif seni bermarkas di Provinsi Bengkulu yang peduli akan nasib anak negeri. Kadang hidup iri dengan kehidupan Pulau Enggano yang membuat hati tenang dan sejuk. Jauh dari kata kebisingan dan hidup kemacetan.

Yuuk! Belanja Buku Online Gramedia.com

Anda hobi membaca buku? Toko bukunya jauh? Tidak ada toko buku di daerah anda? Buku yang anda cari di toko buku tidak ada? Anda tidak ada waktu ke toko buku? Anda jauh sekali dari kota? Anda super sibuk? Atau kejar tayang?  Yuk kita belanja buku online di Gramedia.com. Kok kenapa Gramedia.com? Karena saya sudah membuktikannya. Bukan promosi ya. Siapa tahu ada teman-teman kondisinya hampir sama dengan saya. Kalau ada yang mudah mengapa dipersulit. Ini pengalaman saya. Mungkin pengalaman ini bisa bermanfaat buat teman-teman pembaca khususnya yang hobi baca buku ya. Saya sering juga capek-capek ke toko buku eh bukunya tidak ada. Saya cek onlinenya ada. Asiik.

Tepat hari selasa kemarin pesanan buku online saya akhirnya tiba di rumah. Iya sore-sore. Horee! Ini kali pertama sama memesan buku secara online. Biasanya saya langsung ke gramedia terdekat. Hanya lima buku yang saya pesan. Pemesanan saya lakukan hari rabu tanggal 2 Oktober 2013 namun paketnya baru tiba selasa 8 oktober 2013. Kok bisa? Saya tanya sama kurir JNE
"kok telat paketnya, mas?"
"Oh saya cek dulu tanggal pengirimannya ya"
"Biasanya Jakarta-Bogor hanya max 2 harian bahkan bisa satu hari. Ini sudah 1 minggu. Saya sudah bolak-balik telpon gramedia.comnya katanya tanggal 3 pengirimannya
Beberapa menit kemudian
" Iya ya. Saya ga tau, Pak. Karena saya hanya mengantar saja" Kurir Jne sedikit binggung.
"Oya gak apa-apa. Makasih ya". Kurir itupun sudah berlalu.

Buku pesanan saya sudah tiba. Mengapa saya ngotot buku itu harus tiba. Karena saya sangat membutuhkan. Kalau lewat dalam minggu ini manfaatnya tidak begitu besar. 



Paket Buku pesanan saya telah tiba. Terimakasih Gramedia.com

Awalnya saya sempat ragu. Jangan-jangan belanja online di Gramedia.com adalah penipuan karena ada satu lagi webnya www.gramediaonline.com. Sempat bingung wah saya sudah ketipu ini. Saya coba lacak siapa tahu ada jejaring sosialnya dan memastikan apakah website tersebut legal (red resmi). Besok paginya saya langsung mendapat respon dari admnya bahwa website Gramedia.com adalah resmi milik gramedia.

Saya memastikan kembali dengan mengirimkan bukti pembayaran yang saya lakukan dengan internet Banking (kebetulan saya menggunakan token Bank Mandiri) via email ke customercare@gramedia.com dan mendapat respon langsung dari admn karena sudah melakukan konfirmasi pembayaran tidak pernah berhasil. 

Hal yang harus diperhatikan untuk belanja online di Gramedia.com adalah
1. Anda harus membuat Account yang selengkap-lengkapnya termasuk alamat rumah.
2. Lakukan komunikasi dengan adm perihal bukti pengiriman dan pemesanan. Bisa via email, telpon (Telp. (021) 850 9733) dan FB. Terpenting kapan dikirim oleh mereka. Karena saya sedikit heran bila di kirim hari kamis tanggal 3 Oktober hari sabtu biasanya sudah tiba. Jakarta-Bogorkan tetangga. Pas kebetulan Gramedia.com bermitra dengan JNE. Kontak dengan adminya kalau bisa sebelum pembayaran telpon adm kalau pengirimannya ingin yang tercepat.
3. Gramedia.com saya jamin bukan penipuan. Silakan anda belanja sepuasnya. Apalagi anda jauh disono yang bisa jadi toko buku gramedia belum ada. 
4. Saran buat Gramedia.com kalau bisa pelayanan ekpedisi pengiriman paketnya cari yang terbaik dan tercepat. Diperjelas ke konsumen kapan dikirim dan kapan tibanya. Biar konsumen tidak bingung dan menunggu. Pelayanan yang lain sudah sangat bagus. Saya juga biasanya menggunakan JNE selalu tepat waktu. Tapi ini jauh banget sampai-sampai saya harus mengontak JNE terdekat memastikan keberadaan paket saya. 
5. Oya kalian harus mencatat dan ingat akan code ID buku pesanan anda. Code itu ada di sudut kiri atas. Karena itu yang akan menjadi kata kunci bila kita mengontak adm Gramedia.com kebetulan paket buku saya kemarin. Order ID: 1641. Date Ordered: 02/10/2013

Ayo yang hobi membaca, sayang untuk dilewatkan karena banyak pilihan buku yang ditawarkan.  Ayo kunjungi sekarang. Kita tidak perlu capek-capek lagi. cukup klik Gramedia.com.

www.gramedia.com
Jl. Matraman Raya no. 46-48, Jakarta 13150
Telp. (021) 850 9733
Faks. (021) 859 11743
Selamat berpetualang. Belanja buku online, ya Gramedia.com!