|AKU MENONTON FILM SOEKARNO KARENA ADA FATMAWATI|



Film Soekarno/ Foto by www.filmsukarno.com

Jangan sekali-kali merubah sejarah|Film Soekarno|

"Fat, sekarang terpaksa aku mengeluarkan perasaan hatiku padamu. Dengarkan baik-baik. Tanpa menunggu jawaban, Sukarno melanjutkan pertanyaan.



"Begini Fat….sebenarnya aku jatuh cinta padamu pertama kali aku bertemu denganmu, waktu kau ke rumahku dahulu pertama kali. Saat itu kau terlalu muda untuk menerima pernyataan cintaku. Oleh sebab itu aku tidak mau mengutarakan. Nah baru sekarang inilah aku menyatakan cinta padamu Fat?” 

Sukarno diam sejenak dan terus memandang Fatmawati dengan penuh perasaan, bertanya, “Apakah kau cinta padaku?” 

Bagaimana Fat cinta pada Bapak, bukankah Bapak mempunyai anak dan istri?” jawab Fatmawati sambil dirundung keheranan dan emosi. 

Tapi bukan Soekarno, jika berhenti sampai disini 

Dialog cinta itu berlanjut, “Aku tak mempunyai anak. Aku sudah 18 tahun kawin dengan Inggit, dan aku tak dikaruniai seorang anak pun jua. Istriku pertama bernama Sundari, puteri dari Bapak Tjokroaminoto. Dalam keadaan suci Sundari kukembalikan pada orang tuanya, sedangkan Ratna Juami adalah anak saudara perempuan Inggit, dia sejak kecil kita ambil Fat, jadi tegasnya ia anak angkat kami,” Kata Bung Karno.

Hal-hal dan keterangan ini belum pernah Fatmawati ketahui dan belum pernah terpikirkan olehnya sebelumnya. 

Bung Karno mendesak,”Fat, kau cinta padaku?” 

Fatmawati berpikir Sukarno mempunyai istri, Fatmawati jadi bingung untuk menjawab pertanyaan itu. Fatmawati hanya mampu berkata,”Fat kasihan sama Bapak,” dengan singkat. 

“Aku tak mau Fat kasihan padaku, tetapi kau harus katakan bahwa kau cinta padaku. Ketahuilah Fat aku bingung untuk menjawab ibuku di Blitar, berulang kali beliau menyurati kapan ia diberi cucu laki-laki“ 

Dikatakannyalah bahwa mbakyunya sudah mempunyai empat orang putra. 

“Aku dalam pembuangan. Hanya kaulah seorang jadi penghiburku, Jika aku berada di Jakarta dapat aku berunding dengan Moh Husni Thamrin atau Mr Sartono dan lain-lainnya. Siapa yang akan memiliki buku-buku yang kau lihat di kamarku itu? Aku ingin satu anak laki-laki, satu saja, kalaupun lebih, syukur Alhamdulillah“ 

“Aku seorang pemimpin rakyat yang ingin memerdekakan bangsanyadari Belanda, tapi rasanya aku tak sanggup meneruskan jika kau tak menunggu dan mendampingi aku. Kamu cahaya hidupku untuk meneruskan perjoangan yang maha hebat dan dahsyat.” |Dialog cinta Soekarno kepada Fatmawati itu tertulis dalam buku otobiografi berjudulFatmawati Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Halaman 50-51 dalam bagian kedua; Bapak Menaruh Cinta|



Cukup! Tak perlu dilanjutkan dialog tersebut. Sudah bisa ditebak muaranya akan kemana. Fatmawati akhirnya takluk dalam pelukan Soekarno, bukan? Siapa perempuan di dunia ini yang sanggup menolak rayuan dasyat tersebut? Apalagi yang merayu seorang sosok Soekarno. Fatmawati adalah gadis Bengkulu bahkan Indonesia, yang paling beruntung ketika itu dan sampai detik ini. Begitu banyak gadis Bengkulu hanya Fatmawati yang membuatnya jatuh cinta. Konon penyataan cinta tersebut, dilakukan Soekarno saat berkunjung ke rumah keluarga Fatmawati di Pasar Minggu Bengkulu, sekitar pukul 10.00 WIB pada tahun 1939. Romantis, bukan? Saya yakin ketika cinta Soekarno diterima oleh Fatmawati maka mereka pastinya akan jalan-jalan ke Pantai Panjang Bengkulu, pantai pasir putih yang nan elok. Letak pantai panjangpun tak terlalu jauh dari kediaman Soekarno dan Fatmawati. Layaknya sepasang kekasih yang lagi dimabuk cinta. Hari-hari akan selalu bahagia dan berbunga.

Dialog cinta Soekarno kepada Fatmawati itu menjadi alasan kuat ingin menonton Film Soekarno yang sudah mulai diputar pada hari Rabu kemarin (11 Desember 2013). Oya kebetulan saya bagian dari Blogger Reporter ID. Ada 10  12 rekan-rekan Blogger Reporter mendapatkan kesempatan nonton bareng film Soekarno karya Hanung Bramantyo bareng DAMN! Patriotics, komunitas pecinta Damn! I Love Indonesia. Besok Jumat (13 Desember 2013) bertempat di Blitz Megaplex Grand Indonesia Jakarta. Terimakasih Damn! I Love Indonesia.com. Sebenarnya bukan hanya nonton bareng, katanya ada juga berbagai games sebelum dan sesudah film diputar dan berkesempatan mendapat hadiah yang pastinya menarik banget. Ada Meet and Greet VJ Daniel Mananta serta beberapa cast film Soekarno seperti Hanung Bramantyo, Ario Bayu, Lukman Sardi, dan Maudy Koesnadi. Terimakasih juga Blogger Reporter ID dan Mbak Ani Berta.

Iya diputar perdana pada tanggal yang cantik secantik pertemuan antara Soekarno dan Fatmawati. Ada sebuah kebanggaan sendiri. Idola saya sejak dari kecil di angkat menjadi Film. Mengidolakan Sang Penjahit Sang Saka Bendera merah putih, Ibu Negera Pertama Indonesia (the first lady) dan Ibu Proklamator serta sosok Ibu yang anti-poligami. Konon pula Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang digarap selama 70 hari yang menghabiskan dana lebih 25milyar, juga akan diputar di 7 negara Asia yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Timor Leste dan Jepang. Wow.

Masih ingat peribahasa Amerika Behind Every Great Man, There’s Great Woman |Di balik laki-laki besar, selalu ada wanita besar| Peribahasa ini tepat mencerminkan kekuatan Ibu negara pertama negara ini, yang berada di balik kebesaran Sukarno. Setidaknya Fatmawati adalah wanita yang berada di samping Soekarno, pada saat-saat penting dari sejarah bangsa yaitu dalam pidato lahirnya Pancasila. Detik-detik sejarah penting Bangsa Indonesia. Pada saat persiapan kemerdekaan, Bagaimana menderitanya Fatmawati dan bayinya bernama Guntur yang baru berumur 10 bulan 10 hari ikut diculik para pemuda ke Rengasdengklok pada pukul 03.00 pagi tanggal 16 Agustus 1945. Tapi Fatmawati tetap kuat dan tegar. Pada saat pengibaran bendera merah putih di hari Proklamasi, ada Sukarno dan Hatta, ada tampak punggung wanita berkerudung dengan hanya bermotif garis. Itulah Fatmawati, yang sedang menyaksikan bendera yang dijahitnya sendiri. Sangat layak Fatmawati di angkat menjadi Pahlawan Nasional pada Tahun 2000 dengan SK Presiden No. 118 /TK/ 2000/4–11– 2000. Ini satu tahun setelah pengangkatan Prof. DR. Hazairin, SH menjadi pahlawan nasional, sehingga membuat Bengkulu memiliki 2 Pahlawan Nasional. Kami generasi muda Bengkulu bangga Fatmawati. Meskipun Bengkulu saat ini merupakan salah satu Provinsi termiskin di Sumatera. 10 Besar Provinsi terkorup di Indonesia (Versi Fitra 2011). Tapi kami masih memiliki Fatmawati yang bisa menjadi contoh, teladan akan kegigihan dan perjuangannya terhadap bangsa ini. Ayo anak-anak Bengkulu bangkit.

Agar tidak ada generasi muda bangsa Indonesia ini tidak tahu sejarah. |Mas, dari Bengkulu ya?| Saya tidak yakin kalau Fatmawati dari Bengkulu, mas| Mas, Provinsi Bengkulu ada pahlwan gak?| Masa sih? Gak ada sepertinya terdengar perperangan di Bengkulu| Apa Bengkulu seharusnya Singapore?| Bermacam-macam pertanyaan tentang Bengkulu yang pernah dilontarkan pada saya.  Ada beberapa yang bisa saya jawab dan ada yang sudah share dijejaring sosila misal tentang British East India Company (EIC) membangun pusat perdagangan lada dan garnisun di Bengkulu pada 1685. Kemudian, diakuisisi oleh Belanda sejak Traktat Inggris-Belanda pada Maret 1824. Ibarat tukar guling, Belanda mendapatkan Bengkulu, sedangkan Inggris mendapatkan Singapura. Seorang teman pernah berseloroh meratapi peristiwa yang terjadi hampir 190 tahun silam itu, “Andai perjanjian itu tidak pernah ada, mungkin Singapura bakal milik kita.” Alhamdulillah, Bengkulu jadi Negara Bengkulu. Hahaha. Maunya. Meminjam istilah teman Bengkulu itu tanah tergadaikan, Bung. Makanya tidak maju-maju. Biasanya yang namanya jajahan Inggris pada makmur dan rakyatnya cerdas-cerdas. Pejabatnya yang tak bikin maju. Maunya mereka maju sendiri. Kaya sendiri. Hebat sendiri. Lebih lengkapnya Bengkulu ditukar sama Singapore ada artikel yang bagus silakan dibaca PENCARIAN MAKAM ANAK-ANAK RAFFLES DI BENGKULU. Semoga adanya Film ini generasi muda lebih mengenal siapa Soekarno dan orang-orang dibelakang Soekarno. Mengenal siapa Fatmawati? Bengkulu itu apa? Dimana Bengkulu itu?|Tak tahu? Berarti anda sudah merubah sejarah| Jangan sekali-kali merubah sejarah.

Maunya saya, bila orang menyebutkan Fatmawati maka orang akan langsung ingat Bengkulu. Coba Pemprov dan Pemda daerah saya (Bengkulu) ikut serta menjadi menjadi sponsor Film ini. Lumayan. Mempromosikan pariwisata Bengkulu lewat Film. Seperti Film Julia Roberts Eat, Pray, Love (Bali) dan Film Laskar Pelangi (Bangka belitung). Siapa tahu mengikuti jejak Bangka Belitung. Fatmawati (Bengkulu) akan dikenal di 7 negara Asia. Kemanakah kalian para pejabat Bengkulu? Sibuk akan persiapan Pesta Demokrasi 2014? Sibuk bagi-bagi jabatan? Tidakkah kalian lihat moral generasi penerus kalian nanti sudah mulai tergerus? Tidakkah hati kalian terketuk? Semoga kalian masih memiliki hati nurani? Sungguh-sungguh membangun bangsa ini. Generasi yang hilang panutan. Gubernurnya terdahulu dikurung karena korupsi. Terlalu loba akan harta dan jabatan. Semoga saja akan lahir pejabat yang peduli rakyat kecil. Aamiin.

Ngomong-ngomong, benarkah ada tanah Bengkulu di Film Soekarno ini? Benarkah Pantai Pasir putih itu adalah Pantai Panjang Bengkulu? Daerah kelahiran saya yang tercinta. Film yang masih kontroversi dan sebenarnya membuat saya sangat terkejut akan khabar bahwa Pengadilan Perintahkan Penghentian Film Soekarno. Wah, Ada apa sebenarnya yang ada di dalam film Soekarno. Itu yang masih menggantung. InsyaAllah mudah-mudahan akan terjawab besok. Ayo saksikan Film Soekarno kalau ada tanah Bengkulu ya. Kalau tidak ada, boikot Film Soekarno. Karena pembohongan publik. Filmnya Habibie dan Ainun saja ada syuting di Jerman. Ayat-ayat cinta syutingnya itu di mesir eh bukan dink tapi katanya di dialihkan ke India dan Indonesia karena tak dapat izin. Kalau mau syuting di Bengkulu tak perlu izin, Bung Hanung. Kami siap mengawal pembuatan Film Soekarno. Tak perlu keluar uang. Gratiiis. Sebab kami bangga dengan Fatmawati. Tentu bangga dengan Soekarno. Ini Film Soekarno? Seorang Founder Father. Ada ruh bangsa ini. Ada sejarah dan etika. Ada nasionalisme anak pertiwi di dalamnya. Biaya 25 milyar masa tidak bisa syuting di Bengkulu. Fatmawati tak bisa dipisahkan dengan Bengkulu. Lihat nama Bandaranya saja Bandara Fatmawati. Karena ini adalah Film sejarah dan harapan membangkitkan jiwa nasionalisme generasi muda. Sabar. Namanya Film. Kita harus bangga ada Film tentang nasionalisme ini, dibanding Film pocong-pocongan. Menurut hemat saya minimal lokasi syuting yang diambil semestinya sesuai sejarah. Mengenal sejarah akan mengenal budaya. Mengenal budaya akan mengenal etika. Jadi Film Soekarno mestinya juga mengenalkan pada Dunia bahwa mengenalkan daerah-daerah lain harus ada Bengkulu dan Ende tentunya. Kira-kira ada gak ya dialog cinta Soekarno kepada Fatmawati yang berlatar belakang Pasar Minggu Bengkulu atau latar Pantai Panjang Bengkulu? Ayuk kita sama saksikan Film Soekarno. Salam. Semoga.

Terimakasih Damn! I Love Indonesia.com atas tiketnya

Apakah ini Pantai adalah Panjang Bengkulu?/Foto by www.filmsukarno.com
Apakah ini Pantai Panjang Bengkulu?/Foto by www.filmsukarno.com

Apakah ada adegan romantis seperti ini?/foto by akinini.com


Mesin Jahit Sang Saka Merah Putih/ Foto doc pribadi
Duduk di dekat mesin jahit Sang Saka/ Foto doc pribadi

Rumah Fatmawati/ Foto doc pribadi
Rumah Soekarno/ Foto doc Pribadi

Rumah Soekarno/ Foto doc Pribadi
Film Biografi Drama Sejarah SOEKARNO  (sumber dari www.filmsoekarno.com)
Film                             : Soekarno
Tayang Bioskop      : 11 Desember 2013
Genre                          : Biografi Drama Sejarah
Sutradara                  : Hanung Bramantyo
Produser                   : Raam Punjabi
Produksi                    :  MVP Pictures - Mahaka Pictures - Dapur Films
Official site                : www.filmsoekarno.com
Runing                        : 137 minutes
Rating                         : SU

Film Soekarno/ Foto by www.film21bioskop.com
Pemain :
|Ario Bayu sebagai Soekarno|
Inilah sosok Bung Karno yang ditunggu-tunggu. Ario Bayu, aktor tampan berumur 28 tahun ini terpilih untuk memerankan salah satu tokoh sentral penggerak Proklamasi Indonesia. Ario Bayu sendiri memandang sosok Soekarno sebagai sebuah sosok Hero dan juga manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan.

|Maudy Koesnaedi sebagai Inggit Ganarsih|
Siapa yang tidak kenal dengan sosok aktris yang sudah lama hadir dalam layar perfilman Indonesia. Ia kini akan turut andil dalam film Soekarno sebagai istri kedua Bung Karno yang setia menemaninya dalam masa pengasingan Belanda.

|Lukman Sardi sebagai Bung Hatta|
Aktor yang satu ini sering kali muncul di layar kaca akhir-akhir ini.  Disindir sebagai aktor yang sibuk dan susah kompromi soal waktu dalam acara gathering film Soekarno kemarin oleh Hanung Bramantyo sendiri. Namun, Ia tetap dipercayakan untuk memerankan tokoh Bung Hatta, teman seperjuangan Bung Karno.

|Tanta Ginting sebagai Sjahrir|
Hanung Bramantyo sempat mengatakan bahwa Ia merasa tidak ada orang yang lebih cocok memerankan Sjahrir, kecuali Tanta Ginting. Namun Ia tetap mengadakan casting untuk tokoh Sjahrir walau akhirnya Tanta Ginting pula yang terpilih. Sosoknya memang cocok dengan profil Sjahrir, pejuang pemuda dengan figur yang agak kecil namun dengan semangat berapi-api.

|Tika Bravani sebagai Fatmawati|
Aktris muda ini terpilih untuk memerankan Fatmawati, seorang gadis Bengkulu yang berhasil merebut hati Soekarno dan menikah dengannya di umur 15 tahun. Ia dipercayakan untuk membuat sosok Fatmawati kembali hidup dalam masa mudanya. Tika Bravani ditantang untuk memerlihatkan kepelikan wanita muda yang menikah dengan lelaki yang sudah beristri. | Koreksi buat Sutradara: Fatmawati lahir di Bengkulu/23 Februari 1923 dan menikah dengan Soekarno 1 Juni 1943 jadi umur Fatmawati menikah pada umur 20 tahun bukan 15 tahunJangan sekali-kali merubah sejarah|

|Feri Salim sebagai Sakaguchi|
Sosok perwira Jepang yang kejam dan angkuh dipercayakan pada Feri Salim. Hanung mengatakan Ia telah mencari-cari orang Jepang asli yang tinggal di Indonesia untuk memerankan Sakaguchi, namun tidak ada yang berprofesi sebagai aktor. Akhirnya, Feri Salim-lah yang dipilih untuk memerankan sosok perwira muda yang setia kepada Negaranya ini, yang nantinya akan sering berbentrokan dengan Bung Karno.



3 comments

Kayak nya wajib di tonton nich ;-)

Reply

Saya juga belum sempat nonton film Sukarno ini Kang, tapi kalau di lihat kebanyak stratgi marketing model seperti ini saya tanggapi datar saja. Dah banyak buktinya sih. he,, he,, he,,,

Salam,

Reply

Kalo belum nonton saya sarankan tonton saja film yang lain.

Reply

Post a Comment