Silakan anda jelaskan apakah pasang surut bisa menjadi energi terbarukan untuk masa depan? Bila iya, negara negara manakah yang sudah berhasil? Terimakasih
Home » Posts filed under Kampus
Oseanografi Fisika #quiz2
1. Ada beberapa alasan mengapa pengetahuan mengenai oseanografi fisika perlu dikembangkan untuk saat ini. Silakan anda jelaskan. Terimakasih
| Sumber: www.msnucleus.org |
BEASISWA UNGGULAN (BU) DIKTI Tahun 2013 (TIPS dan TRIK)
Oleh Yar Johan
Anda bercita-cita ingin jadi Dosen? Selama ini jadi Asisten Dosen melulu atau dulu pernah menjadi Asisten Dosen? Ingin melanjutkan pendidikan Pascasarjana baik Master (S2) maupun Doktor (S3) namun terkendala dengan biaya. Orang tua tak mampu untuk membiayai, tabungan belum terkumpul, dana dari diri sendiri tak cukup. Mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi menjawab kegalauan yang dirasakan. Tak ada yang tak mustahil di dunia ini. Semua berhak mendapatkan pendidikan yang layak untuk diraih. Konon katanya menuntut ilmu itu sampai kita menghembuskan napas terakhir. Hehe. Jangan pernah menyerah. Kebetulan nasib penulis dulunya sama. Alhamdulillah, sekarang penulis merupakan salah satu penerima Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI angkatan pertama. Iya Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI ini baru di mulai 2 tahun yang lalu tepatnya tahun 2011.
Bapak Supriadi Rustad sebagai Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa Pendidikan Pascasarjana merupakan salah satu program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang dirancang untuk menghasilkan sumberdaya manusia berkompetensi tinggi, berkarakter, berkemampuan sebagai pemimpin, dan mampu mengakses berbagai informasi terkini. Pendidikan pascasarjana diharapkan dapat berkontribusi secara substansial dalam berbagai isu pendidikan tinggi: pemerataan, relevansi, kualitas, pengembangan karakter, daya saing, dan internasionalisasi.
Lebih lanjut lagi beliau menjelaskan bahwa Dosen merupakan sumberdaya perguruan tinggi yang sangat penting dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efesiensi penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karena itu kualitas dosen senantiasa perlu ditingkatkan melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, magang dan lainnya. Undang-undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa dosen program Diploma dan program Sarjana minimal memiliki kualifikasi akademik magister dan dosen program magister memiliki kualifikasi akademik Doktor.
Iya mulai tahun 2013 ini DIKTI menyatakan bahwa Beasiswa Unggulan (BU) termasuk juga BPPS berganti nama menjadi Program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam/Luar Negeri (BPP-DN/LN). Beasiswa ini sudah mencakup buat Dosen, Calon Dosen dan Tenaga Kependidikan. Oya konon kalau Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI dipersiapkan khusus untuk calon dosen.
Sebenarnya apa saja yang harus kita persiapkan agar berhasil mendapatkan Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI. Pengalaman penulis dan pengalaman teman-teman yang mendapatkan beasiswa ini adalah
1). Niat yang tulus. Niatkan sungguh-sungguh bahwa benar-benar ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Karena penulis muslim tentu niatnya menuntut ilmu demi menggapai ridha Allah. Mengapa hak ini sangat penting. Tidak ada hal yang mustahil bagi Allah bila niat baik insyaAllah dikabulkan. Jadi Ingat pesan ayah bahwa selalu ada jalan yang niatnya baik, setiap ada niat yang baik dan mulia pastikan akan dimudahkan oleh Allah. Seperti contoh ada teman penulis waktu itu tahun 2011 mengikuti beasiswa ini. Dari pengumuman pertama sampai pengumuman terakhir namanya tidak ada. Namun dia tak pernah putus asa dan menyerah. Tiba-tiba suatu keajaiban terjadi ketika SK penerima di umumkan namanya ada tertera disana. Hal yang luar biasa. Bagi Allah tidak ada yang tidak mustahil. Begitu terharunya penulis saat itu mendapat khabar kalau dia lulus. Perlu teman-teman ketahui dia mendapat berita itu ketika berada di mushola kampus.
2. Persiapkan berkas dengan cerdas dan ikhlas. Persiapan yang kedua ini seperti motivasi saja. Hehehe. Iya cerdas dan ikhlas selalu penulis bawa dalam kehidupan sehari-hari. Cerdas dalam arti seperti ini. Hal terpenting di mengurus Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI ini pengalaman tahun 2011 dan 2012 adalah SK ikatan kerja dan surat rekomendasi dari universitas pengirim. Kedua hal ini begitu menguras otak dan membuat stress. Namun bila kita lakukan dengan cerdas dan ikhlas serta sudah bermodal niat yang tulus semuanya akan enjoy. Kita memang akan dilempar seperti bola. Harus menghadap ke ruang ini dan rupanya kita dilempar keruangan lain. Proses mendapatkan keduanya ini sebenarnya dimulai dari dosen pembimbing. Biasanya dosen mencari asistenya iya dari anak-anak bimbingannya. Selanjutnya dari LAB/Dosen tersebut selanjutnya ke program studi, bila berhasil program studi akan mengirimkan ke departemen lanjut lagi departemen akan merekomendasikan ke Pimpinan Fakultas dan terakhir Fakultas akan merekomendasikan ke Rektor/PR 1. Ada juga beberapa teman tanpa melewati jalur formil tersebut. Bila kenal baik dengan Pimpinan Universitas atau masih ada tali saudara dengan beliau. Kedua syarat tersebut begitu mudah didapat. Bahkan ada teman yang hanya dalam hitungan jam mendapatkan tersebut. Iya tergantung keberuntungan. Tapi ini 1000 satu. Kembali lagi bahkan saat gagal mendapatkan kedua hal syarat tersebut. Otak terkuras dan tenaga habis dibuatnya. Jalur formil sudah ditempuh? Jalur cepat sudah dicoba (uji nyali) siapa tahu keberuntungan berpihak pada kita. Namun tidak sedikit yang gagal. Kok bisa? Mengapa bisa terjadi? Sudah mendapatkan rekomendasi dari Fakultas namun tiba di pimpinan universitas mentok. Tidak ada tindak lanut. Jangan salah lho mengurusnya bukanlah satu dua hari namun bisa lebih sebulan. Saat ini banyak pimpinan universitas yang salah persepsi mengenai kedua persyaratan ini terutama SK ikatan kerja. Mereka menganggap bila nanti setelah selesai pendidikan master/doktor penerima beasiswa akan menuntut diangkat menjadi dosen di universitas pengirim. Persepsi yang benar-benar keliru dan tidak bijak. Sebagai catatan kedua syarat tersebut hanya merupakan salah satu syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa. Bukan suatu hal final. Alasan pimpinan universitas karena nanti bila mereka menuntut diangkat mau digaji pakai apa? Dari mana uang untuk membayar gajinya? Dosen sudah penuh. Sehingga sebenarnya ini kewajiban dari DIKTI untuk melakukan sosialisasi yang lebih detail dan kewajiban kita selaku calon penerima untuk menjelaskan kepada pimpinan perguruan tinggi tersebut. Yakinkan bahwa anda tidak akan menuntut di angkat bila selesai nanti. Namun memang ada beberapa universitas yang tetap ngeh tidak akan memberikan SK dan rekomendasi tersebut. Tak ada yang salah dan begitu mulia bila kita memberi jalan pada generasi penerus yang notebene adalah anak didik sendiri calon sebagai penerus bangsa sebagai penerus pimpinan universitas nantinya. Toh biayanya dari pemerintah, toh biayanya itu adalah uang rakyat. Uang kita juga. Tak begitu mendasar bila ada yang mengajukan ke universitasnya sendiri sebagai alumni tidak mendapatkan hal tersebut. Penulis salut ada salah satu universitas yang bahkan melakukan ujian tertulis siapa yang ingin mendapatkan beasiswa ini. Ini baru keren. Patut dicontoh. Iya moga-moga univeritas yang sedikit ngeh melakukan jalan ini iya itung-itung bisa tahu sejauh mana keseriusan anak didiknya ingin mendapatkan Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI ini. Benar, cerdas dan ikhlas harus dimiliki. Iya memang ruwet. seharusnya sebagai pimpinan harus mengapresiasi bila ada anak didiknya ingin menuntut ilmu lebih tinggi sesuai dengan kapasitas dan kualitas yang dimilikinya. Bila banyak alumninya melanjutkan pendidikan ke pascasarjana tentu akan memperbaiki kualitas/akreditasi universitas itu sendiri. Lihatlah universitas yang bergengsi seperti IPB, UGM, UI dan ITB. Bisa di lihat universitas mana yang paling banyak mendapatkan beasiswa tersebut di data DIKTI. Betapa mulianya selaku pimpinan universitas memberikan ruang untuk anak didiknya. Khusus untuk yang Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI luar negeri selain kedua tersebut tambahanya ada 2 yaitu 1). LoA dari Profesor universitas yang dituju bisa melewati dosen pembimbing kita dahulu atau dosen-dosen yang memiliki kolega di LN. 2) TOEFL atau /IELTS. Lebih lengkapnya silakan unduh panduan beasiswanya di sini
3. Daftar segera. Bila syarat keduanya sudah lengkap silakan langsung mendaftar secara online di sini Isi formulir dengan selengkap lengkap-lengkapnya. Dan juga daftar online di universitas yang dituju. Lakukan sesuai dengan panduan dan petunjuk terbaru. Bila opsi yang kedua di atas gagal dan tidak mendapatkannya yaitu SK dan rekomendasi dari pimpinan universitas. Silakan tetap mendaftar saja. Mencoba lebih baik dari pada tidak sama sekali. Tidak ada yang tidak mustahil bagi Allah. Isi berkas sesuai yang dimiliki. Untuk berkas pendaftaran yang dikirim secara online dan pos semuanya harus diarsipakan. Karena pengalaman sebelum-sebelumnya banyak berkas yang hilang atau tercecer atau kita juga tidak tahu data kita tidak ada. Sehingga itu dijadikan bukti bila kemudian hariterjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jauh dari bayangan kita. Salah satu kegagalan banyak terjadi ditahap ini.
4. Berdoalah. Doa yang paling terkabul adalah doa seorang ibu. Minta pada ibu agar kita diluluskan dan dimudahkan jalannya. Pada ayahpun begitu. Restu orang tua adalah restu Allah juga. Minta doa pada saudara dan tetangga jauh serta dekat. Sebaga pengalaman penulis bila ada niat kita yang baik sudah kita lakukan dengan cerdas dan ikhlas, jangan lupa kita minta doa pada anak-anak yatim, orang-orang miskin, jompo atau anak-anak jalanan dengan cara bersedekah dengan menyebutkan niat kita untuk apa. Bisa kita sendiri menyebutkan, lewat orang tua atau saudara kita yang melakukan namun niatnya agar kita diberi kemudahan untuk mendapatkan beasiswa ini. Disebutkan dalam hati atau dikeraskan tak jadi soal. Yakinlah doa mereka begitu dasyat. Percayalah. Bukankah sedekah itu menyelamatkan kita dari api neraka dan bencana di dunia ini.
Ditunggu apalagi. Ayo silakan daftar. Semua generasi penerus bangsa ini berhak mendapatkan kesempatan emas ini. Tak ada beda orang kaya, miskin, orang kampung dan orang kota. Semua miliki hak dan kesempatan yang sama. Mengutip kata Dekan SPs IPB Dr Dahrul waktu itu " 1000 mimpi terwujud karena 1 langkah yang kecil". Semoga ini menjadi langkah kecil mewujudkan yang besar. Semoga
1). Niat yang tulus. Niatkan sungguh-sungguh bahwa benar-benar ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Karena penulis muslim tentu niatnya menuntut ilmu demi menggapai ridha Allah. Mengapa hak ini sangat penting. Tidak ada hal yang mustahil bagi Allah bila niat baik insyaAllah dikabulkan. Jadi Ingat pesan ayah bahwa selalu ada jalan yang niatnya baik, setiap ada niat yang baik dan mulia pastikan akan dimudahkan oleh Allah. Seperti contoh ada teman penulis waktu itu tahun 2011 mengikuti beasiswa ini. Dari pengumuman pertama sampai pengumuman terakhir namanya tidak ada. Namun dia tak pernah putus asa dan menyerah. Tiba-tiba suatu keajaiban terjadi ketika SK penerima di umumkan namanya ada tertera disana. Hal yang luar biasa. Bagi Allah tidak ada yang tidak mustahil. Begitu terharunya penulis saat itu mendapat khabar kalau dia lulus. Perlu teman-teman ketahui dia mendapat berita itu ketika berada di mushola kampus.
2. Persiapkan berkas dengan cerdas dan ikhlas. Persiapan yang kedua ini seperti motivasi saja. Hehehe. Iya cerdas dan ikhlas selalu penulis bawa dalam kehidupan sehari-hari. Cerdas dalam arti seperti ini. Hal terpenting di mengurus Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI ini pengalaman tahun 2011 dan 2012 adalah SK ikatan kerja dan surat rekomendasi dari universitas pengirim. Kedua hal ini begitu menguras otak dan membuat stress. Namun bila kita lakukan dengan cerdas dan ikhlas serta sudah bermodal niat yang tulus semuanya akan enjoy. Kita memang akan dilempar seperti bola. Harus menghadap ke ruang ini dan rupanya kita dilempar keruangan lain. Proses mendapatkan keduanya ini sebenarnya dimulai dari dosen pembimbing. Biasanya dosen mencari asistenya iya dari anak-anak bimbingannya. Selanjutnya dari LAB/Dosen tersebut selanjutnya ke program studi, bila berhasil program studi akan mengirimkan ke departemen lanjut lagi departemen akan merekomendasikan ke Pimpinan Fakultas dan terakhir Fakultas akan merekomendasikan ke Rektor/PR 1. Ada juga beberapa teman tanpa melewati jalur formil tersebut. Bila kenal baik dengan Pimpinan Universitas atau masih ada tali saudara dengan beliau. Kedua syarat tersebut begitu mudah didapat. Bahkan ada teman yang hanya dalam hitungan jam mendapatkan tersebut. Iya tergantung keberuntungan. Tapi ini 1000 satu. Kembali lagi bahkan saat gagal mendapatkan kedua hal syarat tersebut. Otak terkuras dan tenaga habis dibuatnya. Jalur formil sudah ditempuh? Jalur cepat sudah dicoba (uji nyali) siapa tahu keberuntungan berpihak pada kita. Namun tidak sedikit yang gagal. Kok bisa? Mengapa bisa terjadi? Sudah mendapatkan rekomendasi dari Fakultas namun tiba di pimpinan universitas mentok. Tidak ada tindak lanut. Jangan salah lho mengurusnya bukanlah satu dua hari namun bisa lebih sebulan. Saat ini banyak pimpinan universitas yang salah persepsi mengenai kedua persyaratan ini terutama SK ikatan kerja. Mereka menganggap bila nanti setelah selesai pendidikan master/doktor penerima beasiswa akan menuntut diangkat menjadi dosen di universitas pengirim. Persepsi yang benar-benar keliru dan tidak bijak. Sebagai catatan kedua syarat tersebut hanya merupakan salah satu syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa. Bukan suatu hal final. Alasan pimpinan universitas karena nanti bila mereka menuntut diangkat mau digaji pakai apa? Dari mana uang untuk membayar gajinya? Dosen sudah penuh. Sehingga sebenarnya ini kewajiban dari DIKTI untuk melakukan sosialisasi yang lebih detail dan kewajiban kita selaku calon penerima untuk menjelaskan kepada pimpinan perguruan tinggi tersebut. Yakinkan bahwa anda tidak akan menuntut di angkat bila selesai nanti. Namun memang ada beberapa universitas yang tetap ngeh tidak akan memberikan SK dan rekomendasi tersebut. Tak ada yang salah dan begitu mulia bila kita memberi jalan pada generasi penerus yang notebene adalah anak didik sendiri calon sebagai penerus bangsa sebagai penerus pimpinan universitas nantinya. Toh biayanya dari pemerintah, toh biayanya itu adalah uang rakyat. Uang kita juga. Tak begitu mendasar bila ada yang mengajukan ke universitasnya sendiri sebagai alumni tidak mendapatkan hal tersebut. Penulis salut ada salah satu universitas yang bahkan melakukan ujian tertulis siapa yang ingin mendapatkan beasiswa ini. Ini baru keren. Patut dicontoh. Iya moga-moga univeritas yang sedikit ngeh melakukan jalan ini iya itung-itung bisa tahu sejauh mana keseriusan anak didiknya ingin mendapatkan Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI ini. Benar, cerdas dan ikhlas harus dimiliki. Iya memang ruwet. seharusnya sebagai pimpinan harus mengapresiasi bila ada anak didiknya ingin menuntut ilmu lebih tinggi sesuai dengan kapasitas dan kualitas yang dimilikinya. Bila banyak alumninya melanjutkan pendidikan ke pascasarjana tentu akan memperbaiki kualitas/akreditasi universitas itu sendiri. Lihatlah universitas yang bergengsi seperti IPB, UGM, UI dan ITB. Bisa di lihat universitas mana yang paling banyak mendapatkan beasiswa tersebut di data DIKTI. Betapa mulianya selaku pimpinan universitas memberikan ruang untuk anak didiknya. Khusus untuk yang Beasiswa Unggulan (BU) DIKTI luar negeri selain kedua tersebut tambahanya ada 2 yaitu 1). LoA dari Profesor universitas yang dituju bisa melewati dosen pembimbing kita dahulu atau dosen-dosen yang memiliki kolega di LN. 2) TOEFL atau /IELTS. Lebih lengkapnya silakan unduh panduan beasiswanya di sini
![]() |
| Program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN) Sumber: http://studi.dikti.go.id |
3. Daftar segera. Bila syarat keduanya sudah lengkap silakan langsung mendaftar secara online di sini Isi formulir dengan selengkap lengkap-lengkapnya. Dan juga daftar online di universitas yang dituju. Lakukan sesuai dengan panduan dan petunjuk terbaru. Bila opsi yang kedua di atas gagal dan tidak mendapatkannya yaitu SK dan rekomendasi dari pimpinan universitas. Silakan tetap mendaftar saja. Mencoba lebih baik dari pada tidak sama sekali. Tidak ada yang tidak mustahil bagi Allah. Isi berkas sesuai yang dimiliki. Untuk berkas pendaftaran yang dikirim secara online dan pos semuanya harus diarsipakan. Karena pengalaman sebelum-sebelumnya banyak berkas yang hilang atau tercecer atau kita juga tidak tahu data kita tidak ada. Sehingga itu dijadikan bukti bila kemudian hariterjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jauh dari bayangan kita. Salah satu kegagalan banyak terjadi ditahap ini.
4. Berdoalah. Doa yang paling terkabul adalah doa seorang ibu. Minta pada ibu agar kita diluluskan dan dimudahkan jalannya. Pada ayahpun begitu. Restu orang tua adalah restu Allah juga. Minta doa pada saudara dan tetangga jauh serta dekat. Sebaga pengalaman penulis bila ada niat kita yang baik sudah kita lakukan dengan cerdas dan ikhlas, jangan lupa kita minta doa pada anak-anak yatim, orang-orang miskin, jompo atau anak-anak jalanan dengan cara bersedekah dengan menyebutkan niat kita untuk apa. Bisa kita sendiri menyebutkan, lewat orang tua atau saudara kita yang melakukan namun niatnya agar kita diberi kemudahan untuk mendapatkan beasiswa ini. Disebutkan dalam hati atau dikeraskan tak jadi soal. Yakinlah doa mereka begitu dasyat. Percayalah. Bukankah sedekah itu menyelamatkan kita dari api neraka dan bencana di dunia ini.
Ditunggu apalagi. Ayo silakan daftar. Semua generasi penerus bangsa ini berhak mendapatkan kesempatan emas ini. Tak ada beda orang kaya, miskin, orang kampung dan orang kota. Semua miliki hak dan kesempatan yang sama. Mengutip kata Dekan SPs IPB Dr Dahrul waktu itu " 1000 mimpi terwujud karena 1 langkah yang kecil". Semoga ini menjadi langkah kecil mewujudkan yang besar. Semoga
SILAKAN BACA JUGA
|Mana Ada Tambang Sustainable?| Itu Hanya Teori|
BEASISWA UNGGULAN (BU) DIKTI Tahun 2013,
BEASISWA UNGGULAN (BU) DIKTI Tahun 2013 (TIPS dan TRIK),
Kampus
Tuesday, April 16, 2013
47 comments
KONTRIBUSI PADANG LAMUN DALAM PRODUKTIVITAS EKOSISTEM PESISIR, DAN KETERKAITAN FUNGSIONALNYA
Oleh Yar Johan
"Ekosistem Padang Lamun kadang-kadang membentuk suatu komunitas yang merupakan habitat bagi berbagai jenis hewan laut. Komunitas lamun ini juga dapat memperlambat gerakan air, bahkan ada jenis lamun yang dapat dikonsumsi bagi penduduk sekitar pantai. Keberadaan ekosistem padang lamun masih belum banyak dikenal baik pada kalangan akademisi maupun masyarakat umum, jika dibandingkan ekosistem terumbu karang dan ekosistem mangrove"
Padang lamun merupakan habitat bagi beberapa organisme laut. Hewan yang hidup pada padang lamun ada berbagai penghuni tetap ada pula yang bersifat sebagai pengunjung. Hewan yang datang sebagai pengunjung biasanya untuk memijah atau mengasuh anaknya seperti ikan. Selain itu, ada pula hewan yang datang mencari makan seperti sapi laut (dugong-dugong) dan penyu (turtle) yang makan lamun Syriungodium isoetifolium dan Thalassia hemprichii.
Ekosistem Padang Lamun,
Kampus,
Pengelolaan,
perikanan dan ilmu kelautan,
Small Islands,
Wilayah Pesisir terpadu
Wednesday, April 25, 2012
No comments
[PERIKANAN]: Biologi dan Ekologi Teripang Ekonomis (bagian 4)
Awal Mula Perdagangan Teripang Di Indonesia
Publikasi ilmiah pertama
tentang timun laut Indonesia
dilakukan oleh Selenka (1867)
yang spesimennya dikumpulkan dari Ambon. Sebelumnya,
expedisi besar Rhumphius
melakukan pengumpulan biota dari perairan
Maluku tahun 1705 (Massin, 1996). Beberapa
catatan sejarah menunjukkan adanya perdagangan teripang sejak lebih dari 300 tahun.
Menengok abad 13-17, Nusantara merupakan negara maritim yang menjadi
salah satu pusat perdagangan dunia. Sistem perkotaannya
terbentuk di tepi laut seperti
pesisir utara Jawa. Ini
memberi kemudahan masyarakat (nelayan) Nusantara pada zaman itu untuk melakukan
kontak dagang hasil
laut dengan
dunia internasional. Salah satunya adalah dengan bangsa Cina di abad 16-17 yang diduga mendorong munculnya perikanan teripang
Indonesia (Stacy, 1999; Ham, 2002).
Ke arah selatan,
sejarah membawa kita ke
kunjungan nelayan nusantara
untuk berburu teripang ke perairan Australia sejak awal abad 17.
Wajar jika kemudian Indonesia
termasuk negara pengekspor teripang tertua. Istilah
'trepang' di pasar internasionalpun berasal
dari kata teripang yang digunakan oleh nelayan
Indonesia (Fox, 2000; Morgan dan Archer, 1999; Conand, 1990; Conand dan Byrne, 1993).
Saat Belanda mengalahkan Makassar di Buton tahun 1667, dan membuat batasan perdagangan bagi orang Makassar, banyak di
antara mereka yang melarikan diri ke Teluk Carpentaria di Australia, dan mereka kembali dengan memuat teripang. Periode ini yang kemudian menjadi
perkiraan awal dimulainya industri teripang
di Indonesia (Mcknight
1976). Bukti lain yang mendukung
sejarah ini adalah catatan Flinder dan Pobasso di tahun 1803, yaitu tentang nelayan Makassar yang sudah sejak dua puluh tahun sebelumnya berlayar mencari teripang ke pulau-pulau sekitar
Jawa sampai ke daerah kering yang terletak
di selatan Pulau Rote dan Pantai Kimberly, Aus- tralia Barat (Clark, 2000; Mcknight, 1976). Peninggalan tahun 1623 yang ditemukan di Jakarta
(waktu itu bernama Batavia) yang berupa
wadah-wadah teripang dari
Cina, ikut mendukung peninggalan sejarah perikanan
teripang Indonesia (Stacy, 2001;
Dwyer, 2001, Campbell dan Wilson, 1993).
Teripang menjadi
jembatan pertemuan dua budaya,
Aborigin di Australia dan
Makassar di Indonesia. Bukti pelayaran orang Makassar ke pantai barat laut dan utara Austra- lia banyak terdokumentasi dalam bentuk lukisan
tradisional bangsa Aborigin di dinding-dinding goa. Peninggalan sejarah yang lain adalah model
kano (canoe) dan penggunaan kosa kata oleh orang-orang Aborigin seperti 'balanda' untuk menunjuk orang kulit putih. Selain itu, ditemukan juga dokumen peraturan
pajak dan perizinan tahun 1882
untuk nelayan Makassar yang mengambil teripang
di perairan Northern Territory. Suku Makassar
diakui sebagai penemu
Pulau Pasir (yang kemudian diberi nama Ashmore
Reefs) yaitu sekitar tahun 1728, bukan Samuel
Ashmore yang berlayar mencapai daerah
tersebut pada tahun 1811 (Bannett, 2001;
Clark, 2000; Dwyer, 2001; Mcknight, 1976; Fox 1992; Stacy 2001).
Perburuan teripang oleh nelayan Nusantara terus berlanjut
hingga sekarang terutama oleh suku Bajo, Makassar, Bugis, Buton dan Madura, dengan
daerah perburuan yang terus bertambah sempit.
Teripang, bersama-sama dengan
sirip ikan hiu dan penyu diekspor ke Cina. Dalam review Mcknight
(1976) dikatakan bahwa awal abad 18, bangsa Eropa memberi batasan perdagangan
bagi bangsa Cina, termasuk mengadakan
transaksi di timur Indonesia. Ini mendorong
nelayan nusantara
membawa dagangan yang berupa produk laut termasuk teripang ke Singapura dan Kalimantan Utara. Nelayan Bugis menjadi salah satu yang mencatat
sejarah dalam perdagangan
ini. Tahun 1830 misalnya, sebanyak 180 perahu Bugis mendarat di singapura membawa hasil laut dari perairan timur Indonesia. Namun demikian, Fox (2000) percaya bahwa teripang,
sirip ikan hiu dan penyu sudah menjadi
produk perdagangan bagi suku Makassar, Bugis, Bajo dan Buton sejak lebih dari 500 tahun yang lalu.
Chen (2003) memaparkan kembali
informasi dari hasil penelitian terdahulu, bahwa sejak dari awal sejarah
perikanannya, teripang dikumpulkan
untuk mensuplai kebutuhan
bangsa Cina. Di Cina sendiri, sebagai negara konsumen terbesar hingga saat ini, pengenalan teripang dimulai
sejak Dinasti Ming (1368-1644
BC). Teripang
tertulis di buku medis tradicional
sebagai tonic dan
obat tradisional, antara lain
mengandung banyak protein dan rendah lemak.
Diramu dengan komponen
yang lain, teripang dipakai sebagai obat untuk memelihara kesehatan darah, penyembuh penyakit ginjal dan sistem
reproduksi.
Melihat sejarahnya, dimana istilah
teripang sudah dipakai
sejak lebih dari 3 abad yang lalu, mungkin bisa dikatakan bahwa teripang
yang sekarang ada di perairan kita, juga merupakan
hewan asli (indigenous
species) Indonesia. Selain tidak memiliki pola migrasi dan hidup sebagai hewan bentik di berbagai ekosistem laut dangkal, dengan pergerakan
kurang dari 300 cm/hari (Hamel et al., 2001),
jenis-jenis teripang tidak pernah dilaporkan
diintroduksi ke perairan Indonesia. Bisa dimengerti
karena memang bentuknya yang tampak tidak terlalu indah, dan walaupun harganya mahal, namun sifat-sifat alamiah
kelompok teripang bisa jadi menyulitkan
transportasinya. Jika ada gangguan, beberapa jenis teripang mengeluarkan tubulus Cuvier yang sangat mengganggu karena bergetah. Jika gangguan berlanjut, maka organ dalamnya didorong keluar tubuh (evisceration). Kulit teripang
juga mudah terluka jika terjadi gesekan.
Luka ini mudah terinfeksi, dan menular ke
individu yang lain. Jika ini dibiarkan,
akan membawa ke kematian individu yang terluka. Sayang sekali Indonesia belum memiliki ahli sistematika atau evolusi timun
laut, karena dari lmu
inilah akan diketahui
sejarah evolusi dan penyebaran timun laut.




